Presiden Prabowo di Munas HIPMI: Nasionalisme Kunci Kemajuan Ekonomi Bangsa

Munas XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Rabu, 10 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada Rabu, 10 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Bandar Lampung, Pilarportal.com Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa nasionalisme merupakan fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan suatu bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Di hadapan ribuan peserta Munas HIPMI, Presiden Prabowo mengajak para pengusaha muda untuk memahami bahwa kemajuan ekonomi tidak terjadi secara otomatis, melainkan lahir dan berkembang karena didukung oleh semangat nasionalisme yang kuat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Presiden, sejarah perkembangan berbagai negara maju menunjukkan bahwa kebangkitan ekonomi selalu berjalan seiring dengan tumbuhnya rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengutip pemikiran sosiolog dan sejarawan Liah Greenfeld dalam buku The Spirit of Capitalism: Nationalism and Economic Growth.

Ia menilai pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa nasionalisme menjadi faktor penting yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi tidak berkembang dengan sendirinya. Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dipicu serta dipertahankan oleh nasionalisme,” ujar Presiden.

BACA JUGA  Laksda TNI Dery Triesananto Resmikan Mako Sathantai Kodaeral VIII di Bitung

Prabowo mencontohkan sejumlah negara yang berhasil menjadi kekuatan ekonomi dunia karena memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Menurutnya, Jepang, Amerika Serikat, hingga Tiongkok mampu mencapai kemajuan karena menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama.

Selain membahas ekonomi, Presiden juga menyoroti sejarah berdirinya HIPMI yang sejak awal dibangun dengan semangat nasionalisme dan kemandirian ekonomi bangsa.

Ia menilai HIPMI memiliki peran strategis dalam mencetak generasi pengusaha muda yang tidak hanya sukses dalam dunia usaha, tetapi juga mampu menjadi pemimpin di berbagai sektor kehidupan nasional.

Presiden menyebut banyak tokoh nasional yang lahir dari organisasi HIPMI dan kemudian berkontribusi besar dalam pemerintahan maupun dunia usaha nasional.

Nama-nama seperti Abdul Latief, Siswono Yudo Husodo, Aburizal Bakrie, hingga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menjadi contoh kader HIPMI yang berhasil menempati posisi strategis di tingkat nasional.

Meski memberikan apresiasi terhadap kontribusi HIPMI, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan ekonomi.

BACA JUGA  Kapolri Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet E-Sport Nasional

Karena itu, ia mengajak seluruh pengusaha muda untuk melakukan refleksi dan melihat kondisi bangsa secara jujur demi mewujudkan sistem ekonomi yang benar-benar berpihak pada kepentingan nasional.

“Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah sistem ekonomi kita sudah benar-benar berdasarkan nasionalisme. Ini menjadi refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa,” katanya.

Presiden berharap HIPMI dapat terus mengambil peran penting dalam memperkuat perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang mampu bersaing di tingkat global tanpa melupakan kepentingan bangsa.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera di masa depan.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh peserta Munas HIPMI untuk terus menjaga semangat nasionalisme sebagai landasan dalam membangun ekonomi nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Sumber Berita: BPMI Setpres

Berita Terkait

Presiden Prabowo Terima Thaksin Shinawatra, ini yang Dibahas
Indonesia Sambut PM Narendra Modi dengan Prosesi Kenegaraan
Imigrasi Raup PNBP Visa Rp2,8 Triliun di Semester I 2026
Presiden Prabowo dan PM Singapura Sepakat Perkuat Keamanan Selat Malaka
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Warga Diminta Jauhi Radius 5 KM
Presiden Prabowo Sambut Presiden Belarus di Istana Merdeka, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis
Presiden Belarus Siap Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia di Sektor Pangan, Industri dan Kesehatan
Ditjen Imigrasi Libatkan KPK Perkuat Integritas Aparatur Keimigrasian

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:06 WITA

Presiden Prabowo Terima Thaksin Shinawatra, ini yang Dibahas

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:06 WITA

Indonesia Sambut PM Narendra Modi dengan Prosesi Kenegaraan

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:06 WITA

Imigrasi Raup PNBP Visa Rp2,8 Triliun di Semester I 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:18 WITA

Presiden Prabowo dan PM Singapura Sepakat Perkuat Keamanan Selat Malaka

Senin, 6 Juli 2026 - 12:30 WITA

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Warga Diminta Jauhi Radius 5 KM

Berita Terbaru