JAKARTA, Pilarportal.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Pemerintah Jepang memperkuat upaya menutup kesenjangan imunisasi di Indonesia.
Inisiatif bertajuk “No Child Left Behind” tersebut diluncurkan pada 5 Juni 2026 untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) campak dan rubela.
Program yang berlangsung selama satu tahun ini menyasar wilayah dengan kesenjangan imunisasi tinggi, terutama Sumatra Utara dan Papua.
WHO mencatat cakupan imunisasi campak-rubela dosis pertama di Papua hanya mencapai 46,2 persen pada 2024.
Pada tahun yang sama, hampir 83.000 anak di Sumatra Utara dan Papua belum mendapatkan dosis pertama vaksin campak-rubela.
Sementara itu, sekitar 150.000 anak lainnya belum menerima dosis kedua.
Kesenjangan tersebut membuat banyak anak belum memiliki perlindungan optimal terhadap penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
Kondisi ini juga berkontribusi terhadap munculnya KLB berulang, terutama di wilayah terpencil dengan sistem pemantauan dan respons kesehatan yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Perkuat Imunisasi Rutin
Melalui program tersebut, WHO dan Jepang akan membantu memperkuat imunisasi rutin di wilayah prioritas.
Upaya tersebut mencakup peningkatan deteksi penyakit, respons terhadap KLB, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan sistem di tingkat lokal.
Program juga mendorong kerja sama dengan sektor pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan pemimpin komunitas.
Langkah ini diharapkan membantu menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan vaksin, khususnya mereka yang tinggal di daerah sulit dijangkau.
Cakupan Imunisasi Indonesia Mulai Membaik
Di tengah tantangan tersebut, Indonesia juga menunjukkan perkembangan dalam cakupan imunisasi.
Data WHO dan UNICEF menunjukkan cakupan vaksin DTP3 dan Hepatitis B dosis ketiga meningkat dari 78 persen pada 2024 menjadi 82 persen pada 2025.
Jumlah anak yang belum menerima satu pun dosis vaksin juga turun dari sekitar 748.000 pada 2024 menjadi 657.000 pada 2025.
Meski demikian, kesenjangan cakupan masih menjadi perhatian karena tidak semua daerah mengalami perkembangan yang sama.
WHO menilai penguatan imunisasi rutin tetap diperlukan agar setiap anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal.
Imunisasi Jadi Kunci Pencegahan KLB
Imunisasi berperan penting dalam mencegah penyebaran penyakit seperti campak, rubela, polio, dan sejumlah penyakit menular lainnya.
Ketika cakupan imunisasi menurun, risiko penyebaran penyakit dan munculnya wabah dapat meningkat.
Karena itu, WHO dan UNICEF terus mendorong pemerintah untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi serta memperkuat sistem pemantauan penyakit.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan imunisasi sekaligus memberikan perlindungan yang lebih merata bagi anak-anak di seluruh Indonesia.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

Komentar Batalkan balasan