Polda Sulut Gelar Seminar Bijak Bermedsos Cegah Hoax dan Ekstrimisme di IAIM Kotamobagu

Kamis, 13 Oktober 2022

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Utara (Sulut) menggelar seminar sehari bertajuk, “Bijak Medsos Hoax Nyingkir, Mahasiswa Kritis Ekstrimisme Minggir”, di kampus Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kotamobagu, pada Rabu (12/10/2022).

Pilarportal.com, Manado -– Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Utara (Sulut) menggelar seminar sehari bertajuk, “Bijak Medsos Hoax Nyingkir, Mahasiswa Kritis Ekstrimisme Minggir”, di kampus Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Kotamobagu, pada Rabu (12/10/2022).

Seminar tersebut dihadiri oleh Direktur Intelkam Polda Sulut, Kombes Pol Albert Sihombing selaku narasumber, Wakil Rektor IAIM Kotamobagu, Muhamad Subagiah beserta beberapa dosen, dengan peserta kurang lebih 70 mahasiswa IAIM.

Direktur Intelkam Polda Sulut mengatakan, seminar sehari ini merupakan implementasi dari program Polda Goes to Campus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Maksud dan tujuan seminar ini untuk membekali mahasiswa terkait ancaman dan potensi hoax serta ekstrimisme di dunia maya, sehingga mahasiswa lebih informatif,” ujar Kombes Pol Sihombing.

Dirinya kemudian mengulas bagaimana cara untuk mengetahui hoax dan ekstrimisme.

“Yakni kita harus lebih obyektif sebelum mengambil keputusan, harus didukung dengan informasi yang benar, kemudian analisa, dan didukung dengan sikap yang bertanggungjawab,” jelas Kombes Pol Sihombing.

Menurutnya, ekstrimisme adalah keyakinan yang menyimpang, tindakan yang melanggar, adanya ancaman sehingga mengganggu orang lain, dan bahkan mendukung perbuatan yang mengancam.

“Mendukung perbuatan yang merugikan dan mendukung keyakinan yang menyesatkan pun itu sudah dikatakan ekstrim,” terang Kombes Pol Sihombing.

Untuk itulah, pada seminar ini dirinya mengajak mahasiswa jika ada informasi, sebelum share wajib check and recheck.

“Kalau tidak yakin, agar dikonfirmasikan kepada yang lebih tahu. Segala sesuatunya harus berbasis data, ada logikanya, dan kita harus mampu berpikir kritis. Dengan sendirinya, kita bukan hanya mengetahui ciri-ciri, tapi akan mengetahui itu hoax atau ekstrim. Ekstrim itu biasanya sesuatu yang berlebihan. Pada seminar ini saya mengajak mahasiswa lebih memiliki kepekaan untuk menjadi seorang yang kritis, berpikir terbuka, obyektif dalam mencermati masalah dengan memberikan setidaknya pijakan, apa itu ekstrimisme,” papar Kombes Pol Sihombing.

Pada kesempatan ini Kombes Pol Sihombing juga memberikan beberapa cara untuk menangkal hoax dan ekstrimisme khususnya di kalangan civitas akademika. Di antaranya, mahasiswa harus mampu berpikir kritis dan harus bisa menjadi bagian dari masyarakat moderen.

Berita Terkait

Bareskrim Polri Musnahkan 466 Ribu Lembar Uang Palsu, 1.241 Pelaku Ditangkap
Sempat Viral, Polresta Dalami Dugaan Permainan Meteran BBM di SPBU Gunung Potong, Hasil Uji Metrologi Dinyatakan Sesuai
Polri Gandeng Production House Lawan Pembajakan Film Digital di Indonesia
Kapolda Sulut Resmikan SPPG Polres Sitaro, 2.077 Siswa Mulai Terima Makan Bergizi Gratis
Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan
Survei IDM: Kepercayaan Publik terhadap Polri Capai 79,2 Persen
Hadiri Rakernis Reskrim, Kapolri Ingatkan Ancaman Kejahatan Modus Baru
Anggota DPRR RI Martin Tumbelaka Apresiasi Dapur MBG di SPN Polda Sulut, Dinilai Tertata Baik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:44 WITA

Bareskrim Polri Musnahkan 466 Ribu Lembar Uang Palsu, 1.241 Pelaku Ditangkap

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WITA

Sempat Viral, Polresta Dalami Dugaan Permainan Meteran BBM di SPBU Gunung Potong, Hasil Uji Metrologi Dinyatakan Sesuai

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:11 WITA

Polri Gandeng Production House Lawan Pembajakan Film Digital di Indonesia

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:14 WITA

Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:32 WITA

Survei IDM: Kepercayaan Publik terhadap Polri Capai 79,2 Persen

Berita Terbaru

Exit mobile version