DVI Polda Sulut: Total 13 Korban Kebakaran Panti Werda Damai Manado Teridentifikasi

MANADO, Pilarportal.comPolda Sulawesi Utara melalui Posko Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) kembali menyampaikan perkembangan proses identifikasi korban kebakaran Panti Werda Damai Manado.

Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP dr. Tasrif selaku DVI Commander mengatakan, pada Selasa, 13 Januari 2026, pihaknya telah menerima tiga hasil identifikasi korban kebakaran berdasarkan pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh Pusdokkes Polri.

“Hari ini, berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, kami telah menerima tiga hasil identifikasi korban kebakaran sebagai hasil identifikasi primer DNA,” ujar AKBP dr. Tasrif di Gedung Dokkes Polda Sulut, Selasa (13/1/2026) pagi.

Ia menjelaskan, ketiga kantong jenazah tersebut dinyatakan cocok dengan data Ante Mortem (AM) melalui proses identifikasi primer DNA. Adapun tiga jenazah yang berhasil diidentifikasi yakni:

  1. Kantong jenazah nomor PM/05/XII/2025/RSB yang cocok dengan nomor AM 012, teridentifikasi sebagai Ny. Renny Mawuntu, perempuan, usia 79 tahun, alamat Sawangan, Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara.

  2. Kantong jenazah nomor PM/12/XII/2025/RSB yang cocok dengan nomor AM 014, teridentifikasi sebagai Ny. Roosye Rey, perempuan, usia 85 tahun, alamat Kelurahan Malalayang, Kota Manado.

  3. Kantong jenazah nomor PM/13/XII/2025/RSB yang cocok dengan nomor AM 015, teridentifikasi sebagai Ny. Yenny Dendeng, perempuan, usia 67 tahun, alamat Kelurahan Kairagi Weru Lingkungan V, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado.

BACA JUGA  Tim DVI Polda Sulut Identifikasi 4 Korban Kebakaran Panti Werda Damai Manado

Dengan hasil tersebut, total korban kebakaran Panti Werda Damai Manado yang telah berhasil diidentifikasi berjumlah 13 orang.

“Rilis pertama ada empat korban, rilis kedua enam korban, dan hari ini tiga korban,” jelas AKBP dr. Tasrif.

Ia juga menyampaikan bahwa dari tiga jenazah yang masih belum teridentifikasi, terdapat satu korban yang hingga kini belum memiliki data pembanding.

“Mudah-mudahan melalui media bisa disosialisasikan, sehingga apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga terkait peristiwa ini, dapat segera melaporkan kepada pihak berwenang,” pungkasnya.

Selanjutnya, ketiga jenazah yang telah teridentifikasi langsung diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk proses pemakaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *