Kemenkes – IFC Jalin Kerja Sama Pengembangan Sektor Kesehatan

Selasa, 16 Mei 2023

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pilarportal.com — Jakarta – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) dan International Finance Corporation (IFC) sebagai anggota grup World Bank berkolaborasi melakukan program pengembangan sektor kesehatan Indonesia. Tujuannya meningkatkan upaya ketahanan dan pertumbuhan sektor kesehatan, sekaligus menarik investasi dan transfer teknologi untuk menggerakkan ekonomi pasca pandemi.

Sebagai langkah awal, Kemenkes dan IFC menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait program penjajakan peluang untuk memperkuat pengembangan proyek sektor kesehatan di Indonesia. Proyek tersebut khususnya di bidang kefarmasian, vaksin, dan teknologi kesehatan yang sejalan dengan transformasi sistem kesehatan Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin mengatakan pentingnya kemitraan antara publik dan swasta dalam membangun kesiapan menghadapi pandemi.

“Saya berharap bahwa pelajaran dari COVID-19 akan memacu kesiapsiagaan menghadapi pandemi. Semoga agenda penting ini dapat memicu industri farmasi dan alkes nasional untuk terus berkarya dan berinovasi dalam mendukung produksi obat dan alat kesehatan dalam negeri,” ujar Menkes Budi.

Setelah dicabutnya status pandemi global oleh WHO, pemerintah memfokuskan kembali sistem kesehatan dan peningkatan kapasitas produksi industri farmasi dan alat kesehatan.

Hal itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau.

Pada awal pandemi, sektor farmasi dan alat kesehatan Indonesia masih bergantung signifikan pada impor. Sebanyak 90% bahan baku obat masih diimpor, 88% transaksi alat kesehatan di e-katalog merupakan produk impor, serta rendahnya pendanaan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan di Indonesia.

Pandemi COVID-19 memberikan pembelajaran sangat penting dalam sektor kesehatan di Indonesia dan menjadi tonggak Kemenkes melakukan transformasi melalui kebijakan yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir.

Salah satunya dengan meningkatkan ketahanan sektor farmasi & alat kesehatan.
Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan agenda transformasi, termasuk antara lain dengan menjalin koordinasi lintas sektor untuk jejaring riset, transfer teknologi dan kerja sama global untuk inovasi pengembangan bahan baku obat dan alat kesehatan produksi dalam negeri.

Besarnya kebutuhan akan investasi untuk peningkatan produksi, memperbarui teknologi, efisiensi dan menjangkau pasar global, perlu dilakukan kerja sama global yang saling mendukung dan menguntungkan.

Dalam konteks ini, kemitraan Kemenkes dan IFC akan membantu mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh industri farmasi dan alat kesehatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing industri dan daya saing nasional.

MoU ditandatangani oleh Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI L. Rizka Andalusia dan Kim-See Lim, Direktur Regional IFC Asia Timur dan Pasifik yang disaksikan oleh Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin dan Managing Director IFC, Makhtar Diop.

Lebih lanjut, Dirjen Rizka menjelaskan peningkatan daya saing industri farmasi dan alat kesehatan dalam negeri merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mencapai kemandirian dan ketahanan kesehatan nasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing nasional bangsa Indonesia.

Berita Terkait

Minum Urine Saat Terjebak di Laut, Apa yang Terjadi pada Tubuh?
Benarkah Ada Buah yang Tidak Boleh Dicampur? Ini Penjelasan Ahli
Presiden Prabowo Dorong Pendidikan Negeri Gratis hingga Perguruan Tinggi
Minum Susu Pagi atau Malam? Ini Waktu yang Tepat dan Manfaatnya
Minum Air Kelapa Setiap Hari, Berapa Gelas yang Aman?
Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan
Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Hadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi
Presiden Prabowo: BRICS Harus Perkuat Suara Global South Tentukan Masa Depan Dunia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 08:25

Minum Urine Saat Terjebak di Laut, Apa yang Terjadi pada Tubuh?

Rabu, 23 September 2026 - 20:27

Benarkah Ada Buah yang Tidak Boleh Dicampur? Ini Penjelasan Ahli

Selasa, 22 September 2026 - 08:30

Presiden Prabowo Dorong Pendidikan Negeri Gratis hingga Perguruan Tinggi

Selasa, 22 September 2026 - 07:49

Minum Susu Pagi atau Malam? Ini Waktu yang Tepat dan Manfaatnya

Kamis, 17 September 2026 - 08:08

Minum Air Kelapa Setiap Hari, Berapa Gelas yang Aman?

Berita Terbaru

Exit mobile version