JAKARTA, Pilarportal.com – Rokok elektronik atau vape kerap dianggap sebagai alternatif rokok konvensional. Namun, penggunaannya tetap memiliki risiko kesehatan, termasuk gangguan pada sistem pernapasan yang tidak boleh diabaikan.
Aerosol yang dihasilkan vape bukan sekadar uap air. Cairan yang dipanaskan dapat menghasilkan partikel halus, nikotin, bahan perasa, serta zat kimia lain yang berpotensi mengiritasi saluran pernapasan.
Besarnya risiko dapat berbeda, bergantung pada kandungan cairan, jenis produk, pola penggunaan, dan kondisi kesehatan seseorang. Karena itu, vape tidak dapat dianggap sepenuhnya aman bagi paru-paru.
Salah satu kondisi serius yang pernah dikaitkan dengan penggunaan rokok elektronik adalah E-cigarette or Vaping Product Use-Associated Lung Injury (EVALI), yakni cedera paru-paru yang berhubungan dengan penggunaan produk vape.
Wabah EVALI di Amerika Serikat pada 2019–2020 terutama dikaitkan dengan produk vape yang mengandung THC dan vitamin E asetat. Fakta ini penting dipahami agar masyarakat tidak menyamaratakan seluruh produk vape sebagai penyebab dengan tingkat risiko yang sama.
Meski demikian, penggunaan vape tetap perlu diwaspadai. Paparan aerosol dapat menimbulkan gangguan pernapasan, sementara nikotin di dalam sejumlah produk juga berisiko menyebabkan ketergantungan.
Kenali Gejala yang Perlu Diwaspadai
Keluhan yang dapat muncul antara lain batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Pada kondisi tertentu, gangguan juga dapat disertai demam, kelelahan, mual, atau muntah.
Jika sesak napas atau nyeri dada muncul setelah menggunakan vape, segera cari pertolongan medis. Jangan menunda pemeriksaan, terutama jika keluhan memburuk atau disertai kesulitan bernapas.
Upaya pencegahan dapat dimulai dengan menghindari penggunaan vape dan tidak memakai cairan yang tidak jelas kandungannya. Masyarakat juga perlu mencari informasi kesehatan dari sumber tepercaya serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami keluhan.
Edukasi mengenai risiko rokok elektronik penting diberikan sejak dini, terutama kepada remaja dan kelompok usia muda yang rentan terhadap ketergantungan nikotin.
Menjaga kesehatan paru-paru membutuhkan kesadaran untuk tidak mengabaikan risiko. Mengenali gejala lebih awal dan mendapatkan pemeriksaan medis yang tepat dapat membantu menentukan penanganan sesuai kondisi.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

Komentar Batalkan balasan