Boni Hargens Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Kawal Gelombang Demo Juni 2026

Langkah kepolisian mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif

Selasa, 16 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat politik Boni Hargens menilai pendekatan humanis yang diterapkan Polri dalam mengawal berbagai aksi unjuk rasa sepanjang Juni 2026.

Pengamat politik Boni Hargens menilai pendekatan humanis yang diterapkan Polri dalam mengawal berbagai aksi unjuk rasa sepanjang Juni 2026.

JAKARTA, Pilarportal.com – Pengamat politik Boni Hargens menilai pendekatan humanis yang diterapkan Polri dalam mengawal berbagai aksi unjuk rasa sepanjang Juni 2026.

Ia menilai Polri berhasil menjaga situasi keamanan tetap kondusif tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Menurut Boni, langkah kepolisian yang mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya eskalasi konflik di tengah meningkatnya dinamika sosial dan politik nasional.

Ia menilai Polri mampu menjaga keseimbangan antara penegakan ketertiban umum dan penghormatan terhadap hak-hak sipil yang dijamin dalam sistem demokrasi.

Pendekatan tersebut dinilai mencerminkan kematangan institusi dalam menghadapi berbagai bentuk aspirasi publik.

“Pendekatan yang semakin humanis dan demokratis dari institusi kepolisian menjadi faktor utama yang memungkinkan demonstrasi berskala besar berlangsung tertib tanpa memicu kekerasan yang berarti,” ujar Boni dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Boni juga menegaskan bahwa kritik dan aksi protes merupakan bagian dari hak demokratis masyarakat.

Namun, di sisi lain, pemerintah juga perlu diberikan ruang untuk menjalankan program dan kebijakan dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dipengaruhi kondisi geopolitik global.

Menurutnya, situasi internasional yang tidak stabil turut memberikan dampak terhadap perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia.

Karena itu, diperlukan sikap yang objektif dalam menilai berbagai kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pemerintah tetap responsif terhadap berbagai masukan dan kritik yang berkembang di masyarakat.

Respons yang terbuka dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjaga kualitas demokrasi.

Boni berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga stabilitas nasional tetap terpelihara di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Yudo Hermanto dan Awi Setiyono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol
Polri: Ruang Demokrasi Terjaga, Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai
Konflik Tonom-Ibolian Berakhir Damai, Senjata Rakitan dan Sajam Akan Dikumpulkan
Polda Jabar Siapkan 2.026 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026
Prabowo Bahas Tata Kelola Gambut dan Strategi Pencegahan Karhutla Bersama Pakar
Polda Sulut Perkuat Pencegahan Karhutla, 370 Kejadian Tercatat hingga September
Polres Minahasa Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pengancaman dan Pengrusakan
Polresta Manado Tangkap 4 Terduga Curanmor, 5 Motor Ditemukan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:08

Yudo Hermanto dan Awi Setiyono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Jumat, 25 September 2026 - 08:54

Polri: Ruang Demokrasi Terjaga, Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Jumat, 25 September 2026 - 07:49

Konflik Tonom-Ibolian Berakhir Damai, Senjata Rakitan dan Sajam Akan Dikumpulkan

Jumat, 25 September 2026 - 06:30

Polda Jabar Siapkan 2.026 Personel Amankan FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 25 September 2026 - 06:02

Prabowo Bahas Tata Kelola Gambut dan Strategi Pencegahan Karhutla Bersama Pakar

Berita Terbaru