Jakarta, Pilarportal.com – Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR 2025 menyerukan penghentian praktik serakahnomics, mengajak seluruh elemen bangsa bersatu, dan memprioritaskan kesejahteraan rakyat.
Dalam laporan 299 hari kepemimpinannya, ia memaparkan capaian ekonomi, pemberantasan korupsi, hingga penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan pangan.
Penghormatan kepada Presiden Terdahulu dan Transisi Lancar
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di awal pidato, Prabowo memberikan penghormatan kepada seluruh presiden pendahulu, dari Soekarno hingga Joko Widodo, yang telah membangun fondasi bangsa.
Ia menegaskan transisi kepemimpinan dari Jokowi kepadanya berjalan lancar, bermartabat, dan menjadi teladan demokrasi matang yang berakar pada budaya kekeluargaan, musyawarah, dan tepo seliro.
Pemberantasan Serakahnomics dan Kebocoran Keuangan Negara
Prabowo mengungkap kebocoran besar yang menggerogoti keuangan negara, dengan potensi penyelewengan mencapai Rp300 triliun.
Dalam 299 hari, pemerintah menyelamatkan anggaran dari pemborosan perjalanan dinas, pembelian alat tulis, hingga pos belanja lainnya.
Ia menyebut keserakahan segelintir elite sebagai serakahnomics, penyakit ekonomi yang mengutamakan keuntungan pribadi di atas kepentingan rakyat.
Berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, ia menegaskan cabang produksi vital harus dikuasai negara demi kemakmuran rakyat.
Capaian Ekonomi 299 Hari Pemerintahan
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% di tengah gejolak global, dengan investasi naik 13% dan jutaan lapangan kerja baru tercipta.
Stok beras nasional mencapai 4 juta ton, tertinggi sejak kemerdekaan, memungkinkan Indonesia kembali mengekspor beras.
Pendidikan, Kesehatan, dan Pangan Jadi Prioritas
Program Makanan Bergizi Gratis telah menjangkau 20 juta anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Di sektor pendidikan, pemerintah membangun 100 Sekolah Rakyat, 80 sekolah unggulan, serta merehabilitasi 13.000 sekolah.
Di bidang kesehatan, 18 juta warga mendapatkan pemeriksaan gratis, dan kawasan medis bertaraf internasional tengah dibangun di Sanur.
Sektor pangan diperkuat dengan pembukaan jutaan hektar lahan pertanian baru dan penertiban distribusi pupuk.
Penguasaan Lahan dan Penertiban Tambang Ilegal
Pemerintah berhasil menguasai kembali 3,1 juta hektar perkebunan sawit yang melanggar aturan, serta menertibkan 1.063 tambang ilegal yang merugikan negara sedikitnya Rp300 triliun.
Prabowo menegaskan, tak ada pihak yang kebal hukum, termasuk pejabat, purnawirawan, maupun pengusaha besar.
Sikap Politik Luar Negeri dan Ketahanan Nasional
Prabowo menegaskan Indonesia tetap bebas aktif, menolak perang, dan mendukung kemerdekaan Palestina. Masalah perbatasan akan diselesaikan damai.
Ketahanan nasional diperkuat dengan pembentukan komando wilayah di seluruh Indonesia, pembangunan 1.100 desa nelayan, dan pembentukan 80.000 koperasi yang membuka jutaan lapangan kerja.
Ajakan untuk Bersatu
Menutup pidatonya, Prabowo mengajak rakyat tetap bersatu dan berani mengkritik demi kebaikan negeri.
“Saya presiden ke-8, di 8 dasawarsa kemerdekaan. Saya ikut pemilu lima kali, empat kali kalah. Saya bukti bahwa perjuangan tak boleh berhenti,” ujarnya sebelum tiga kali meneriakkan “Merdeka!” (sumber: akun FB Audy Pangemanan)
–
