MANADO, Pilarportal.com — Enam peristiwa kebakaran terjadi di sejumlah wilayah hukum Polresta Manado dan sekitarnya pada Selasa (15/9/2026).
Dari enam kejadian tersebut, satu merupakan kebakaran atap rumah, sedangkan lima lainnya terjadi pada lahan dan kawasan yang ditumbuhi alang-alang.
Lima Kebakaran Lahan
Kebakaran lahan dilaporkan terjadi di Desa Sea Jaga I, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa.
Kebakaran juga terjadi di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken; Ranotana Weru, Kecamatan Wanea; Kima Atas, Kecamatan Mapanget; serta Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang.
Luas lahan yang terdampak bervariasi. Kebakaran di Desa Sea diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.
Sementara di Kelurahan Malalayang Satu, luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar dua hektare.
Sejumlah titik lainnya berada di lahan kosong serta kawasan yang dipenuhi alang-alang dan vegetasi kering.
Atap Rumah Warga Terbakar
Satu kebakaran rumah terjadi di Kelurahan Ranomuut Lingkungan VII, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado.
Api membakar bagian atap rumah milik keluarga Kasengkang Pontoh.
Petugas pemadam kebakaran bersama personel kepolisian langsung melakukan penanganan untuk mencegah api merambat ke bagian rumah lainnya.
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta.
Polisi Perkuat Patroli dan Deteksi Dini
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid mengatakan, setiap laporan masyarakat terkait kebakaran langsung ditindaklanjuti oleh personel di lapangan.
“Setiap laporan yang masuk langsung kami tindak lanjuti. Personel di lapangan melakukan pengecekan, pengamanan lokasi, membantu proses pemadaman serta berkoordinasi dengan Damkar, TNI, pemerintah setempat dan masyarakat,” ujar Irham.
Menurutnya, kondisi lahan yang kering dan cuaca panas dapat mempercepat penyebaran api.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di kawasan yang memiliki vegetasi kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di kawasan yang mudah terbakar,” katanya.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Kapolresta menegaskan, penyebab kebakaran di sejumlah lokasi masih dalam proses penyelidikan.
Khusus lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran alang-alang, polisi akan melakukan pendalaman untuk memastikan sumber awal api.
Pendalaman juga dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian maupun kesengajaan.
“Kami akan melakukan pendalaman terhadap setiap kejadian untuk mengetahui sumber dan penyebab kebakaran. Monitoring juga terus dilakukan setelah api padam untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” jelasnya.
Dalam penanganan enam kejadian tersebut, personel Polresta Manado dan jajaran bersinergi dengan Damkar Pemkot Manado, TNI, pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat.
Kapolresta juga meminta jajarannya meningkatkan patroli dan deteksi dini di kawasan perkebunan, lahan kosong, perbukitan serta wilayah dengan vegetasi kering.
“Kami akan meningkatkan patroli dan deteksi dini di wilayah yang rawan kebakaran. Sinergi dengan seluruh pihak juga terus diperkuat agar apabila kembali ditemukan titik api, penanganannya dapat dilakukan dengan cepat,” pungkasnya.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

























Komentar