Dari Jalanan Manado, Anak Muda Gereja Bala Keselamatan Sampaikan Kasih Tuhan

Jumat, 17 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SOLID: Tampak anak muda Gereja Bala Keselamatan dari Korps 1, 2, 3, dan 4 yang tergabung dalam Gerakan Pembawa Suluh usai pelayanan.

SOLID: Tampak anak muda Gereja Bala Keselamatan dari Korps 1, 2, 3, dan 4 yang tergabung dalam Gerakan Pembawa Suluh usai pelayanan.

Manado, Pilarportal.com Malam itu, Jumat 17 April 2026 di tengah padatnya arus kendaraan di Jalan Sam Ratulangi hingga Boulevard, ada suasana yang tak biasa.

Bukan karena keramaian, melainkan karena kehadiran sekelompok anak muda yang membawa sesuatu yang jarang terlihat di jalanan—iman yang hidup.

Dengan suara yang sederhana namun penuh penghayatan, mereka mulai menyanyikan lagu “Jangan lelah bekerja di ladang-Nya Tuhan…”.

Setiap lirik yang keluar seolah bukan sekadar nyanyian, tetapi curahan hati—tentang lelah yang dipeluk iman, tentang harapan yang tidak pernah padam.

Beberapa dari mereka terlihat menutup mata, tenggelam dalam makna lagu. Ada yang tersenyum, ada pula yang menahan haru. Suara mereka mungkin tak sempurna, tetapi ketulusan itu terasa begitu nyata.

Lagu berganti, suasana semakin dalam.

“Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu…”

Lirik itu menggema, menembus bising kendaraan, menyentuh hati siapa saja yang mendengar. Seolah mengingatkan bahwa di tengah kerasnya hidup, kebaikan Tuhan tidak pernah berhenti bekerja.

Sekitar dua puluhan anak muda Gereja Bala Keselamatan dari Korps 1, 2, 3, dan 4 yang tergabung dalam Gerakan Pembawa Suluh itu berdiri bersama—bukan untuk mencari perhatian, tetapi untuk menyatakan kasih.

Mereka turun ke jalan untuk menggalang dana kegiatan Temu Orang Muda. Namun di balik itu, ada sesuatu yang jauh lebih dalam: sebuah kerinduan untuk melayani Tuhan dengan sepenuh hati.

Bising, lelah, dan debu jalanan tak mampu mematahkan semangat mereka. Karena setiap langkah, setiap lagu, mereka persembahkan dengan satu keyakinan—Tuhan melihat, dan itu cukup.

“Bukan sekadar usaha… ini untuk Tuhan. Dan kami percaya Tuhan akan memberkati,” ujar Richard Wulur, suaranya pelan namun penuh iman.

Ruth Watimena tampak berkaca-kaca saat berbicara. Kebersamaan itu baginya bukan hal biasa. “Terima kasih untuk semua. Kami percaya Tuhan akan kembalikan berkat,” ucapnya dengan nada haru.

Sementara Emilio Pijoh menegaskan bahwa semua yang dilakukan bukan untuk diri sendiri. “Kami bangga bisa melayani bersama. Semua ini hanya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan,” katanya.

Di mata banyak orang, mungkin ini hanya sekelompok anak muda bernyanyi di pinggir jalan. Namun bagi mereka yang berhenti sejenak dan mendengarkan, ada pesan yang jauh lebih dalam—tentang iman yang tetap bertahan, tentang hati yang tidak lelah mengasihi.

Gerakan Pembawa Suluh bukan hanya wadah, tetapi tempat di mana generasi muda belajar menjadi terang. Belajar bahwa melayani Tuhan tidak selalu harus di mimbar, tetapi bisa dimulai dari trotoar, dari jalanan, dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan kasih.

Dan sore itu, di sudut Kota Manado, mereka tidak hanya bernyanyi—mereka sedang bersaksi… bahwa Tuhan itu baik, dan kasih-Nya nyata.

Berita Terkait

Kemenko Kumham Imipas Evaluasi Penanganan PFDs di Sulut, Satgas Daerah Diminta Perkuat Koordinasi
Lapas Manado Sidak Kamar Hunian WBP, Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban
Imigrasi Manado Gagalkan Keberangkatan WNI Diduga Akan Bekerja Ilegal ke Luar Negeri
PLN UP3 Manado Sukses Jaga Listrik Tanpa Kedip Saat Nobar Final Piala Dunia 2026
Lapas Manado Cetak Kader Imam dan Khotib, Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan
Keren! Warga Binaan Lapas Tahuna Bikin Kolintang, Pesanan Pertama Datang dari Sekolah
Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Manado Ciptakan Produk Kreatif Bernilai Jual
Ditlantas Polda Sulut Resmikan Bedah Rumah Warga di Malalayang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:56

Kemenko Kumham Imipas Evaluasi Penanganan PFDs di Sulut, Satgas Daerah Diminta Perkuat Koordinasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:34

Lapas Manado Sidak Kamar Hunian WBP, Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:22

PLN UP3 Manado Sukses Jaga Listrik Tanpa Kedip Saat Nobar Final Piala Dunia 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:49

Lapas Manado Cetak Kader Imam dan Khotib, Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:21

Keren! Warga Binaan Lapas Tahuna Bikin Kolintang, Pesanan Pertama Datang dari Sekolah

Berita Terbaru