Pilarportal.com, Manado – Dalam beberapa tahun terakhir, angkutan umum di Kota Manado mengalami penurunan drastis. Penyebab utama kondisi ini adalah persaingan dari taksi online dan angkutan ilegal (taksi gelap), yang mengakibatkan minat masyarakat terhadap angkutan umum—terutama bus kota—semakin menurun.
Sejumlah terminal tipe B di Manado bahkan kini terlihat sepi, seperti mati suri.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sulawesi Utara, Novry J. Rengkung, menyampaikan keprihatinannya terhadap krisis ini.
Ia menilai bahwa para pengusaha angkutan umum legal, yang selama ini telah berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi, kini berada di titik paling terpuruk.
“Kami melihat banyak pengusaha legal yang terus tertekan oleh persaingan tidak sehat. Padahal mereka adalah mitra pembangunan daerah,” ujar Rengkung.
Ajakan Kolaborasi dan Inovasi Transportasi
Menanggapi hal tersebut, Organda Sulut menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak pengusaha angkutan umum resmi, sembari mengajak pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, Direktorat Lalu Lintas, dan pelaku usaha transportasi lainnya untuk bersinergi membangun sistem transportasi publik di Manado yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
“Sudah saatnya kita mengubah wajah angkutan umum. Ini bukan hanya soal kendaraan, tapi juga tentang layanan berkualitas, standar keselamatan tinggi, dan jaminan asuransi bagi penumpang. Dengan pengemudi yang profesional seperti di luar negeri, kepercayaan masyarakat bisa kembali,” ungkapnya.
Edukasi & Pendekatan Hukum, Bukan Konfrontasi
Rengkung juga menyatakan bahwa Organda aktif melakukan pemantauan langsung ke terminal-terminal dan berdialog dengan para sopir.
Ia mengimbau agar pengemudi tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan aksi sweeping atau unjuk rasa terhadap angkutan ilegal, karena permasalahan seperti ini sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum.
“Dengan bersatu dan berpikir ke depan, kita bisa menghidupkan kembali angkutan umum sebagai pilihan utama masyarakat Manado,” tegasnya.
