MANADO, Pilarportal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna terus menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan.
Melalui program pembinaan keterampilan, warga binaan kini berhasil memproduksi alat musik tradisional Kolintang secara mandiri di dalam lapas.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi sekaligus melestarikan budaya lokal Sulawesi Utara.
Kepala Lapas Kelas IIB Tahuna, Yosef Leonard Sihombing, saat melakukan kontrol kegiatan pembinaan, turut mencoba memainkan Kolintang hasil karya warga binaan pada Kamis (16/7/2026).
Yosef menjelaskan, sebelumnya warga binaan telah berhasil membuat alat musik keroncong dan string bass. Kini, melalui pembinaan yang berkelanjutan, mereka mampu mengembangkan keterampilan dengan memproduksi Kolintang.
“Hasil karya ini merupakan wujud keberhasilan program pembinaan kemandirian yang terus kami dorong agar warga binaan memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kolintang hasil karya warga binaan akan dipasarkan melalui mitra usaha di Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai bagian dari implementasi Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program tersebut juga diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman kerja serta keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasibinapi Giatja), Widodo, mengungkapkan bahwa Kolintang pertama yang diproduksi telah mendapat respons positif dari masyarakat.
Bahkan, alat musik tersebut telah dipesan oleh salah satu sekolah di Kabupaten Kepulauan Sangihe, sehingga menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Tahuna untuk terus menjaga kualitas produk.
“Kami akan terus mengembangkan kreativitas warga binaan agar mampu menghasilkan produk berkualitas yang memiliki daya saing di masyarakat,” katanya.
Salah seorang warga binaan berinisial YS mengaku bangga karena hasil karya yang dibuat bersama rekan-rekannya mendapat apresiasi dan kepercayaan dari masyarakat.
Menurutnya, program pembinaan ini memberikan pengalaman berharga sekaligus harapan baru untuk memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
Melalui pembinaan kemandirian ini, Lapas Kelas IIB Tahuna terus berupaya mencetak warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap kembali ke tengah masyarakat dengan bekal keterampilan yang bernilai ekonomi, sekaligus ikut melestarikan warisan budaya daerah melalui pembuatan alat musik Kolintang.

Komentar Batalkan balasan