Manado, Pilarportal.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara menggelar kegiatan Kemudahan Layanan Keimigrasian bertajuk ULTIMA I’M SEZ bagi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Likupang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Best Western Lagoon Manado, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara Direktorat Jenderal Imigrasi, pemerintah daerah, pengelola kawasan ekonomi khusus, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara, Ramdhani, mengatakan bahwa penguatan layanan keimigrasian menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasifik sehingga membutuhkan sistem pelayanan keimigrasian yang profesional, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha maupun sektor pariwisata.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Direktorat Jenderal Imigrasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan daya saing Sulawesi Utara di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Ramdhani.
Ia menjelaskan bahwa peran Imigrasi tidak hanya sebatas pengawasan terhadap keberadaan orang asing, tetapi juga sebagai fasilitator pembangunan ekonomi melalui penyediaan layanan keimigrasian yang cepat, mudah, dan profesional.
Berbagai inovasi layanan terus dikembangkan Direktorat Jenderal Imigrasi, mulai dari kemudahan visa, izin tinggal, hingga layanan berbasis digital yang ditujukan untuk mendukung aktivitas investor, wisatawan mancanegara, tenaga ahli, dan pelaku usaha.
Ramdhani menegaskan bahwa pertumbuhan investasi dan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan penguatan pengawasan keimigrasian agar seluruh aktivitas warga negara asing tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, kolaborasi antara instansi pemerintah, pengelola kawasan ekonomi khusus, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan antara kemudahan investasi dan aspek pengawasan.
Ia berharap program ULTIMA I’M SEZ dapat menjadi wadah untuk mempererat komunikasi, menyamakan persepsi, serta menghasilkan berbagai rekomendasi strategis guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan keimigrasian di KEK Bitung dan Likupang.
Selain itu, Ramdhani mengajak seluruh pihak untuk mendukung transformasi pelayanan publik yang semakin modern, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta dunia usaha melalui semangat “Imigrasi untuk Rakyat.”
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara yang juga Pelaksana Harian Sekretaris Provinsi Sulut, Denny Mangala, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurut Denny, kehadiran program ULTIMA I’M SEZ merupakan bentuk perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan investasi, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Direktorat Jenderal Imigrasi dapat terus diperkuat guna menciptakan pelayanan publik yang semakin efektif serta mendukung kemajuan kawasan ekonomi khusus sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan keimigrasian yang berkualitas, sekaligus mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing di KEK Bitung maupun KEK Likupang.

Komentar Batalkan balasan