Pilarportal.com,MINAHASA – Wakil Bupati (Wabup) Minahasa Vanda Sarundajang, S.S M.M., membuka Festival Literasi Kabupaten Minahasa 2026, di halaman Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Minahasa, Kamis (17/9/2026). Festival literasi tersebut dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 17 sampai 18 September 2026.
Kegiatan diawali dengan doa oleh Pdt. Vera Mandalika ST.h, dan laporan kegiatan oleh Kepala Bidang Dinas Perpustakaan.
Dalam sambutannya, Wabup Vanda Sarundajang menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa mengucapkan selamat datang dan selamat mengikuti festival literasi kepada seluruh peserta kegiatan literasi, komunitas, insan pendidikan serta seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan ini.
Vanda Sarundajang menegaskan, Festival Literasi bukan sekedar sebuah kegiatan dalam rangka memenuhi program yang telah disusun, tapi lebih daripada itu festival ini merupakan momentum penting untuk membangun budaya membaca, menulis, berpikir kritis, berkomunikasi dan berkarya di tengah masyarakat.
Ia menceritakan pengalamannya selama 15 tahun, 3 periode di DPR RI, dan 7 tahun terakhir ditugaskan di Komisi X DPR RI yang bermitra kerja dengan Perpustakaan Nasional, sehingga banyak berkecimpung dengan peningkatan literasi secara nasional.

“Ada indeks yang mengukur minat dan kemampuan literasi masyarakat Indonesia dan masih sangat rendah. Untuk itu memang kegiatan seperti ini punya nilai yang cukup penting dan strategis,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut patut dipahami karena 10-15 tahun terakhir era digitalisasi membuat semua hal bisa didapatkan dalam genggaman tangan lewat gadget. Buku fisik pun mulai ditinggalkan.
Wabup mengungkapkan ada penelitian yang menyebutkan informasi yang diterima otak lebih banyak ketika membaca buku secara fisik dibanding lewat gadget.
“Ada sensasi daripada memegang buku, kemudian membalikkan halaman buku, kemudian mencium bau buku, kertas yang terbuat dari serat. Itu menimbulkan stimulasi yang berbeda di otak kita daripada kita membaca buku lewat gadget,” jelasnya.
“Sehingga apa yang kita baca lewat gadget dan apa yang kita baca lewat buku, lebih banyak informasi yang akan menyangkut di otak kita ketika kita membaca lewat buku,” sambungnya.
Meski demikian, ia mengakui era digitalisasi tidak bisa dihindari. Karena gadget bisa diakses setiap saat dan di setiap tempat, sementara buku fisik kadang tertinggal di rumah. Untuk itu di perpustakaan juga tersedia pojok digital.
“Tapi tidak meninggalkan juga buku fisik. Kalau orang-orang barat sana mereka masih membaca buku secara fisik sampai saat ini. Mereka rajin sekali membaca, anak-anaknya sudah dari bayi sudah dikenalkan dengan buku, dan bukan buku digital tetapi buku fisik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wabup Vanda mengatakan tantangan literasi semakin besar di tengah derasnya informasi digital.
“Teknologi informasi yang begitu cepat, tantangan literasi juga semakin besar. Setiap hari kita menerima begitu banyak informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital, tidak semua informasi tersebut benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Oleh sebab itu, literasi pada masa kini tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi harus membangun literasi digital, literasi informasi, literasi numerasi serta kemampuan berpikir kritis sehingga masyarakat mampu memilah informasi dan menggunakan teknologi secara bijaksana.
“Saya mengajak seluruh peserta festival literasi untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan dan membangun semangat belajar sepanjang hayat. Jangan pernah merasa bahwa membaca adalah kegiatan yang membosankan. Dari membaca kita mengenal dunia, dari menulis kita menyampaikan gagasan,” ajaknya.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus mendukung pengembangan budaya literasi sebagai bagian dari pembangunan SDM di Kabupaten Minahasa.
“Program-program literasi harus dilaksanakan secara berkelanjutan, inovatif, inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat termasuk masyarakat yang ada di wilayah pedesaan,” ujarnya.
Wabup pun memberikan apresiasi kepada panitia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, para pegiat literasi, komunitas, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha serta seluruh pihak yang telah berkontribusi.
“Dinas Perpustakaan ini salah satu dinas yang cukup aktif dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan literasi masyarakat,” pungkasnya.
Turut Hadir Kadis Perpustakaan Dra. Riani Suwarno, Kaban Bapenda Djefry Tangkulung SH, MAP, Kabag Prokopim Santi Lengkong SSTP, Lurah/Hukum Tua, Para Guru, Pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan, serta seluruh Pegiat Literasi.

























Komentar