Wakil Ketua II MRP Apresiasi Keberhasilan Satgas Ops Damai Cartenz 2025

Selasa, 18 Maret 2025 - 19:28 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Kelompok Kerja (Pokja) Adat, Max Abner Ohee

Pilarportal.com, Jayapura – Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP) dari Kelompok Kerja (Pokja) Adat, Max Abner Ohee, yang juga menjabat sebagai Ketua Barisan Merah Putih (BMP RI-Papua) Provinsi Papua,

Menyampaikan apresiasi kepada Polri atas keberhasilan Satgas Ops Damai Cartenz-2025 dalam mengungkap jaringan pemasok senjata api dan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Dalam pernyataannya pada Senin (17/3) di Kota Raja, Kota Jayapura, Wakil Max Abner Ohee menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah nyata dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat Papua dari ancaman KKB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami mengapresiasi kerja keras Satgas Ops Damai Cartenz-2025 yang bekerja sama dengan Polda Papua, Polda Papua Barat, Polda Jawa Timur, dan Polda DIY.

“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa aparat keamanan terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua,” ujar Max Ohee.

Ia berharap Satgas Ops Damai Cartenz-2025 terus bekerja dengan dedikasi tinggi demi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif bagi seluruh masyarakat Papua.

Satgas Ops Damai Cartenz-2025 merupakan satuan tugas yang dibentuk Polri untuk menangani gangguan keamanan di Papua, khususnya terkait aktivitas KKB.

Aparat keamanan terus melakukan langkah strategis guna memastikan stabilitas dan keamanan di wilayah Tanah Papua.

SEKILAS

Operasi Damai Cartenz (sebelumnya Operasi Nemangkawi), adalah sebuah operasi gabungan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menumpas pemberontak separatis bersenjata di Papua.

Menurut Kapolda Papua, Mathius Fakhiri, saat ini terdapat enam kelompok separatis aktif yang sebagian besar berada di dataran tinggi Papua.

 Sementara ada dua kelompok yang menjadi kurang aktif atau pensiun setelah Operasi Nemangkawi.

Faksi Tinggi Nambut di bawah pimpinan Goliath Tabuni dikalahkan pada bulan Oktober 2018, dan 10 orang anggotanya berhasil ditundukkan oleh Polisi.

Goliath Tabuni pindah ke Distrik Gome dan diduga telah pensiun. Faksi Lanny Jaya di bawah pimpinan Purom Wenda menjadi kurang aktif setelah operasi Polisi di Distrik Balingga dan markasnya di Kali Mau.

Beberapa anggota kelompok ini keluar dan “kembali” ke Indonesia.

Berita Terkait

Polda Sulut Juara Nasional Lomba Kreasi Lagu dan Koreografi Nusantara Bhayangkara 2026
Satgas Ops Damai Cartenz Hadirkan Honai Belajar, Tumbuhkan Semangat Belajar Anak-anak Papua
Polsek Wori Gercep Tangani Kasus Penganiayaan Sajam, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Keluarga Cegah Radikalisme di Cilegon
Kapolri Pimpin Penyucian Panji Rastra Sewakottama Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Polda Sulut Gelar Lomba Olah TKP, Tingkatkan Profesionalisme Personel Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Polda Jawa Barat Periksa Kejiwaan Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan Pacar
Ziarah Nasional Hari Bhayangkara, Wakapolri Tekankan Pengabdian dan Integritas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:02 WITA

Polda Sulut Juara Nasional Lomba Kreasi Lagu dan Koreografi Nusantara Bhayangkara 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:07 WITA

Satgas Ops Damai Cartenz Hadirkan Honai Belajar, Tumbuhkan Semangat Belajar Anak-anak Papua

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:58 WITA

Polsek Wori Gercep Tangani Kasus Penganiayaan Sajam, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:03 WITA

Densus 88 AT Polri Perkuat Ketahanan Keluarga Cegah Radikalisme di Cilegon

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:34 WITA

Polda Sulut Gelar Lomba Olah TKP, Tingkatkan Profesionalisme Personel Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru

Exit mobile version