Pilarportal.com,Minahasa – Masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas generasi muda yang memiliki korelasi erat dengan pendidikan dan tenaga kependidikan.
Karena Itu, memberikan perhatian khusus bagi perkembangan pemuda harus sejalan dengan perhatian terhadap para pendidikan dan tenaga kependidikan. Direktur IPDN Kampus Sulawesi Utara, Dr. Drs. Arnold Poli, S.H., M.A.P., menyampaikan hal ini usai mengikuti upacara penurunan bendera di Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Minggu (17/8/2025)..
“Motivator yang membantu subjek didik menjadi manusia yang berhasil adalah pendidik dan tenaga kependidikan. Mereka memiliki posisi sentral,” ujarnya. Dr. Poli berharap pendidikan Indonesia semakin maju seiring dengan peningkatan kompetensi dan tunjangan yang memadai bagi guru.
“Dengan anggaran signifikan dari APBN 2026, diharapkan pendidikan menjadi yang terdepan. Ini berarti peningkatan kompetensi dan kemampuan guru, serta dukungan insentif dan tunjangan yang setara dengan unsur lain,” tambahnya.
Beliau mengusulkan penyetaraan insentif kepala sekolah seperti kalau mereka jadi camat, ya setarakanlah. Kepala sekolah disetarakanlah dengan camat agar supaya mereka bersemangat. Atau sekurang – kurangnya setara dengan bapak dan ibu lurah. Supaya mereka bersemangat. Ini penting. Kalau mereka disetarakan seperti itu, maka mereka akan termotivasi untuk bekerja. Bukan itu yang utama tapi bagian, salah satu support untuk meningkatkan potensi guru,” ujar Poli.
Dr. Poli, yang dikenal sosok pendidikan sebagai Ketua Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS), meyakini bahwa tunjangan yang memadai akan berpengaruh besar dalam menghadirkan generasi muda berkualitas. “Tunjangan setingkat lurah saja sudah lumayan. Ini akan terwujud atas petunjuk Bapak Presiden. Masukan ini penting agar diperhatikan, sehingga harapan kita untuk generasi muda yang lebih baik dapat terwujud,” pungkasnya. (EndroYM)







