Gubernur Sulut Dorong Sulampua Jadi Global Logistics Hub

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur YSK saat membuka Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub yang digelar di Gedung Keuangan Negara Manado, Senin (19/1/2026).( foto: ist)

Gubernur YSK saat membuka Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub yang digelar di Gedung Keuangan Negara Manado, Senin (19/1/2026).( foto: ist)

Pilarportal.com, Manado – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menegaskan pentingnya transformasi sistem logistik kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) agar mampu bersaing di tingkat global dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur YSK saat membuka Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub yang digelar di Gedung Keuangan Negara Manado, Senin (19/1/2026).

Menurut YSK, kawasan Sulampua memiliki posisi strategis dalam struktur perekonomian Indonesia, ditopang oleh tren pertumbuhan ekonomi yang konsisten dan sumber daya alam yang melimpah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pulau Sulawesi secara regional mencatat pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5 hingga 6 persen. Sulawesi Utara sendiri tumbuh stabil sekitar 5 hingga 5,6 persen, sejalan bahkan sedikit di atas rata-rata nasional,” ujar YSK.

Ia menilai capaian tersebut mencerminkan kuatnya basis ekonomi riil kawasan timur Indonesia serta besarnya potensi pertumbuhan jangka menengah. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya optimal akibat sistem logistik yang belum efisien dan masih terfragmentasi.

BACA JUGA  Pemerintah dan PLN Salurkan Listrik Gratis bagi 112 Keluarga di Minahasa

Gubernur YSK menekankan bahwa penguatan sistem logistik merupakan faktor kunci untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Sulampua, terutama dalam mendukung arus ekspor dan distribusi komoditas unggulan daerah.

Kawasan Sulampua diketahui memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui sektor pertambangan, perikanan, perkebunan, kehutanan, hingga energi. Sulawesi Utara, kata YSK, secara konsisten menghasilkan devisa ekspor sekitar 1,0 hingga 1,3 miliar dolar AS per tahun, terutama dari komoditas perikanan dan produk olahan kelapa.

Secara agregat, kawasan Sulampua diperkirakan menyumbang devisa ekspor sebesar 25 hingga 30 miliar dolar AS per tahun, atau sekitar 15 hingga 18 persen dari total ekspor nasional.
“Angka ini menunjukkan bahwa kawasan timur Indonesia memiliki peran nyata dan strategis dalam menopang perekonomian nasional,” jelasnya.

Meski demikian, YSK mengakui bahwa hingga kini arus ekspor dan impor Sulampua masih sangat bergantung pada pelabuhan dan bandara di Pulau Jawa dan Bali. Ketergantungan tersebut berdampak pada tingginya biaya logistik serta lamanya waktu pengiriman ke pasar internasional.

BACA JUGA  Bupati dan Wabup Minahasa Hadiri Rapat Paripurna DPRD Dengarkan Pidato Gubernur Sulut

“Pengiriman ke negara tujuan utama di Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok masih memerlukan waktu sekitar 25 hingga 30 hari. Selain itu, banyak komoditas Sulampua yang dikonsolidasikan dan diekspor melalui Jawa, sehingga nilai tambah logistik belum sepenuhnya dirasakan daerah asal,” paparnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada arus impor, di mana barang modal, bahan baku, dan barang konsumsi untuk kawasan timur Indonesia harus melalui Pulau Jawa, sehingga memperpanjang rantai pasok dan meningkatkan biaya distribusi.

Dalam konteks tersebut, Gubernur YSK menegaskan bahwa Sulawesi Utara memiliki keunggulan geografis sebagai pintu gerbang logistik kawasan timur Indonesia. Posisi Sulut yang berhadapan langsung dengan pusat pertumbuhan ekonomi Asia Timur serta berada di jalur perdagangan Asia Pasifik dinilai sangat strategis.

“Pelabuhan Bitung telah ditetapkan secara nasional sebagai simpul penting pengembangan logistik Indonesia Timur. Ini menjadi legitimasi kebijakan nasional bahwa Sulawesi Utara diproyeksikan sebagai hub logistik kawasan,” ungkapnya.

Meski demikian, YSK menekankan bahwa tujuan utama pengembangan logistik Sulampua bukanlah persaingan antarwilayah, melainkan kolaborasi untuk meningkatkan efisiensi sistem logistik secara menyeluruh.

BACA JUGA  Pangdam XIII/Mdk Sambut Kedatangan Gubernur Sulut 

“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua dapat bersama-sama membangun sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ada Pesan Penting di Balik Audiensi Pangdam XIII/Mdk dan Dankodiklatad di Manado
Brimob Polda Sulut Gercep Evakuasi Pohon Tumbang, Akses Jalan Warembungan–Sea Kembali Normal
Imigrasi Sulut Gaspol GCI, 83 Peserta Bahas Visa hingga Investasi Global
Pangdam Mirza dan Sekda Gorontalo Bertemu di Manado, Bahas Stabilitas hingga Pembangunan
Dipimpin Stevi Sumampouw, FKDM Sulut Temui Bupati Minsel Bahas Deteksi Dini Konflik
Buron Bertahun-Tahun, DPO Kasus Hutan Akhirnya Ditangkap Tim Tabur Kejati Sulut
Bupati Minsel FDW Hadiri Sosialisasi Layanan Administrasi Hukum Umum dan Fasilitasi Pendaftaran Perseroan Perorangan Untuk Pelaku UMKM
Wakapolda Sulut Resmi Lepas Ratusan Peserta Fishing Tournament 2026

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 22:15 WITA

Ada Pesan Penting di Balik Audiensi Pangdam XIII/Mdk dan Dankodiklatad di Manado

Minggu, 19 April 2026 - 18:34 WITA

Brimob Polda Sulut Gercep Evakuasi Pohon Tumbang, Akses Jalan Warembungan–Sea Kembali Normal

Minggu, 19 April 2026 - 13:18 WITA

Imigrasi Sulut Gaspol GCI, 83 Peserta Bahas Visa hingga Investasi Global

Rabu, 15 April 2026 - 21:50 WITA

Pangdam Mirza dan Sekda Gorontalo Bertemu di Manado, Bahas Stabilitas hingga Pembangunan

Rabu, 15 April 2026 - 12:18 WITA

Dipimpin Stevi Sumampouw, FKDM Sulut Temui Bupati Minsel Bahas Deteksi Dini Konflik

Berita Terbaru