Tiga Warga Minut Tewas dalam Penyerangan Brutal di Yahukimo Papua, Satu Korban Selamat Alami Trauma

Rabu, 21 Mei 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Samuel, korban selamat yang berhasil melarikan diri dari lokasi pembantaian, mengimbau agar warga yang hendak bekerja di wilayah konflik seperti Papua untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Pilarportal.com, Minut – Empat warga asal Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, menjadi korban penyerangan brutal yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (6/4/2025).

Insiden berdarah ini terjadi di kawasan pertambangan emas tempat para korban bekerja sebagai pendulang.

Dari keempat korban, tiga orang dinyatakan tewas, sementara satu orang berhasil selamat dan kini dalam kondisi trauma berat. Korban selamat tersebut menyatakan perlunya perhatian serta pendekatan psikologis mendalam terhadap para korban maupun keluarga yang ditinggalkan.

Identitas Para Korban

Keempat korban diketahui berasal dari Jaga 12, Desa Kawangkoan Baru, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minut. Berikut identitas mereka:

  • C.D. (30) – Meninggal dunia
  • S.H. (43) – Meninggal dunia
  • F.B. (29) – Meninggal dunia
  • S.K. (17) – Selamat, mengalami trauma

Menurut keterangan warga, para korban memiliki hubungan keluarga atau kedekatan sebagai tetangga di lingkungan yang sama.

Kondisi Pasca Penyerangan

Kabar duka ini mengejutkan warga Desa Kawangkoan Baru. Pada Jumat (11/4/2025), Camat Kalawat bersama Hukum Tua Desa Kawangkoan Baru, D.P., serta perangkat desa lainnya mengunjungi rumah keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

Kepala Jaga 12 mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian resmi dari pihak berwenang, meskipun keluarga telah mengonfirmasi adanya korban meninggal.

Suasana duka menyelimuti rumah para korban. Ibadah penghiburan telah digelar sejak dua malam terakhir, dan tenda duka terlihat berdiri di halaman rumah. Warga setempat terus berdatangan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga.

Pesan Korban Selamat

Sdr. Samuel, korban selamat yang berhasil melarikan diri dari lokasi pembantaian, mengimbau agar warga yang hendak bekerja di wilayah konflik seperti Papua untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

“Kalau mau kerja ke tempat konflik, lebih baik dipertimbangkan kembali dan serahkan penanganan kasus seperti ini kepada aparat hukum dan pemerintah,” ujarnya.

Berita Terkait

Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita, Laboratorium Gelap di Aceh Diduga Terhubung Jaringan Internasional
Kemenimipas Evaluasi Tata Kelola Layanan di Sulawesi Utara
Kapolda Sulut Dengarkan Keluhan Pedagang Pasar Bersehati
Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polda Sulut Kumpulkan 44 Kantong Darah
Jaga Keindahan Bunaken, Kapolda Sulut dan Bhayangkari Tanam Mangrove di Pesisir
Tiga Bulan Tanpa Hujan, Kapolda Sulut dan Wali Kota Manado Bantu Pasokan Air Bersih untuk Warga Siladen dan Manado Tua
Polda Sulut Bongkar Peredaran Liquid Sintetis Mengandung Pinaca di Manado
Polda Sulut Perkuat Deteksi Dini Radikalisme dan Intoleransi
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:38

Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita, Laboratorium Gelap di Aceh Diduga Terhubung Jaringan Internasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:17

Kemenimipas Evaluasi Tata Kelola Layanan di Sulawesi Utara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:54

Kapolda Sulut Dengarkan Keluhan Pedagang Pasar Bersehati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:45

Sambut HUT ke-75 Humas Polri, Polda Sulut Kumpulkan 44 Kantong Darah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:18

Jaga Keindahan Bunaken, Kapolda Sulut dan Bhayangkari Tanam Mangrove di Pesisir

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!
Exit mobile version