Pilarportal.com, Tompaso — Rangkaian kegiatan Temu Kaum Pria (TEKAP) 2025 Gereja Bala Keselamatan Divisi Sulawesi Utara yang digelar di LKSU Tompaso pada 21–22 November 2025, resmi ditutup, Sabtu (22/11/2025).
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Sekretaris Persekutuan Kaum Pria Kantor Pusat Teritorial, Mayor Stefanus Tulumang.
Kegiatan ini diikuti peserta dari seluruh Korps di wilayah Divisi Sulawesi Utara dan berlangsung dengan penuh antusias serta semangat kebersamaan.
Kesaksian Peserta: “Tuhan Memampukan”
Salah satu peserta, Chevry Manarat, menyampaikan kesaksiannya bahwa kehadirannya dalam TEKAP 2025 meskipun di tengah kesibukan adalah bentuk penyertaan Tuhan.
“Sampai hari ini Tuhan memampukan saya dalam pekerjaan dan pelayanan, baik di gereja, pemerintahan maupun organisasi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini dirinya semakin diteguhkan untuk tetap melayani dan menjadi berkat.
“Gereja Bala Keselamatan yang kecil di Desa Boyong Pante menjadi berkat bagi kegiatan besar yang universal. Puji Tuhan. Melalui TEKAP 2025 menjadi bekal saya dalam pelayanan. Tuhan baik,” ujarnya.
Pesan Firman: Tanggung Jawab Seorang Bapak
Dalam khotbah penutupan dengan tema “Tanggung Jawab Seorang Bapak” yang diambil dari Yehezkiel 18:1–18, Mayor Stefanus Tulumang menegaskan peran strategis seorang ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah.
“Sudahkah kita berhasil dan menjadi berkat? Menjadi kebanggaan ketika anak atau cucu berhasil, namun keberhasilan itu harus dibangun melalui peran kita sebagai teladan dalam keluarga,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa laki-laki dipanggil menjadi pemimpin rohani dalam keluarga.
“Tanggung jawab kita bukan hanya materi, tetapi membawa keluarga dekat kepada Tuhan. Kita sebagai laki-laki adalah cerminan Allah dalam keluarga,” tegasnya.
Mayor Stefanus juga mengajak seluruh peserta TEKAP 2025 untuk menjalankan pembinaan iman dan karakter dalam keluarga, gereja, dan masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat menerapkan komitmen pelayanan, menjadi pemimpin rohani yang bertanggung jawab, dan menjadi terang bagi lingkungan di mana mereka berada.
