KOTAMOBAGU, Pilarportal.com — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotamobagu meresmikan Gedung Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Bogani, Rabu (23/9/2026).
Fasilitas tersebut disiapkan untuk memperkuat dukungan operasional sekaligus meningkatkan kesiapan dan produktivitas tim PDKB dalam menjaga keandalan listrik bagi masyarakat.
Peresmian dihadiri General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun, Senior Manager Distribusi UID Suluttenggo, jajaran manajemen PLN UP3 Kotamobagu serta insan PLN yang terlibat dalam operasional PDKB.
Gedung PDKB Bogani Jadi Pusat Persiapan Tim
Gedung PDKB Bogani dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan tim, mulai dari persiapan teknis, peningkatan kompetensi, koordinasi hingga evaluasi pekerjaan.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat konsolidasi tim agar semakin siap dan profesional dalam melaksanakan pemeliharaan jaringan listrik tanpa padam.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan pembangunan gedung tersebut bukan sekadar penambahan aset perusahaan.
Menurutnya, fasilitas itu harus mampu memberikan dukungan nyata terhadap efektivitas operasional sekaligus keselamatan personel di lapangan.
“Bagi saya, ini bukan sekadar meresmikan sebuah bangunan fisik, melainkan bagaimana fasilitas ini dapat benar-benar mendukung kebutuhan dan keselamatan operasional tim PDKB di lapangan,” ujar Usman.
Ia berharap gedung tersebut dapat dimanfaatkan untuk persiapan kerja, peningkatan kompetensi, koordinasi serta evaluasi rutin tim PDKB.
Usman Tekankan K3 dalam Setiap Pekerjaan
Usman juga memberikan perhatian khusus terhadap penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam setiap pelaksanaan tugas PDKB.
Pekerjaan PDKB memiliki risiko tinggi karena dilakukan pada jaringan listrik yang tetap bertegangan. Karena itu, standar keselamatan harus menjadi bagian dari setiap tahapan pekerjaan.
“Dalam dunia PDKB, keselamatan bukanlah sesuatu yang baru kita ingat saat masalah terjadi. Keselamatan harus menjadi nafas dan bagian dari setiap tindakan yang kita lakukan,” tegasnya.
Menurut Usman, aspek keselamatan harus diterapkan sejak persiapan, pengecekan personel dan peralatan, pelaksanaan pekerjaan, komunikasi di lapangan hingga seluruh tim kembali dengan selamat.
Nama Bogani Diambil dari Kearifan Lokal
Manager PLN UP3 Kotamobagu, Ade Arrang Malle Mantiri, menjelaskan bahwa nama PDKB Bogani diambil dari nilai luhur dan kearifan lokal masyarakat Bolaang Mongondow.
Bogani dikenal sebagai simbol kepemimpinan, pelindung masyarakat, keberanian dan ketangguhan.
“Nama PDKB Bogani ini memiliki filosofi yang kuat dan keterkaitan erat dengan budaya masyarakat Bolaang Mongondow,” ungkap Ade.
Ia berharap filosofi tersebut menjadi semangat bagi seluruh anggota tim dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Ade menambahkan, nilai tersebut juga menjadi pengingat bagi setiap personel untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, kompetensi dan kepatuhan terhadap prosedur K3.
Melalui peresmian Gedung PDKB Bogani, PLN UP3 Kotamobagu menargetkan penguatan kualitas layanan kelistrikan di wilayah kerjanya.
Dukungan infrastruktur, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan budaya keselamatan diharapkan dapat menunjang keandalan listrik secara berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus mendukung komitmen PLN terhadap zero accident serta pelayanan prima bagi pelanggan.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

Komentar Batalkan balasan