Pemkab Minahasa Sinergi Jaga Inflasi dan Penguatan Ketahanan Pangan

Senin, 26 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pilarportal.com,Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah pusat dalam mengendalikan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr Lynda Watania MM MSi, usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, melalui daring, Senin (26/5/2025).

Dalam Rakornas, Sekda Lynda Watania menegaskan bahwa Pemkab Minahasa dibawa kepemimpinan Bupati Robby Dondokambey SSi MAP bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS, siap mengawal dan mempercepat realisasi program pengendalian inflasi serta distribusi pangan strategis di daerah.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa berkomitmen mendukung penuh program pemerintah pusat dalam pengendalian inflasi dan ketahanan pangan. Kami terus berupaya mengoptimalkan distribusi dan pemenuhan kebutuhan pangan agar masyarakat tetap terlindungi,” ujar Sekda Watania.

Terungkap dalam Rakornas, secara nasional, ekonomi tumbuh positif dengan angka pertumbuhan triwulan I 2025 sebesar 4,87% year-on-year (yoy). Di Sulut sendiri tercatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 5,62% yoy. Meski demikian, sektor pangan menghadapi tantangan khusus yang memerlukan perhatian serius, terutama di kabupaten-kabupaten termasuk Minahasa.

BACA JUGA  Hasil Rekapitulasi KPU Minahasa, Pasangan RD - Vasung Jadi Pemenang

Indeks Perkembangan Harga (IPH) Mei 2025 Sulut tercatat deflasi sebesar -0,40%, sebagian besar disebabkan turunnya harga komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah. Namun, inflasi masih terjadi di beberapa daerah lain seperti Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Sementara itu, harga beberapa komoditas strategis di daerah ini, termasuk di Minahasa, masih mengalami fluktuasi. Harga Minyakita di beberapa kabupaten tercatat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti di Sitaro dan Boltim, menjadi perhatian khusus.

Salah satu catatan penting adalah kebutuhan komoditas pangan yang masih jauh dari target produksi. Produksi bawang merah Sulut hanya 2.751 ton, jauh di bawah kebutuhan 9.959 ton, sehingga memerlukan tambahan tanam seluas 743 hektare. Kebutuhan cabai rawit, telur ayam, dan daging ayam ras juga belum terpenuhi secara optimal.

Lebih lanjut, realisasi Dana Dekonsentrasi Bapanas untuk Sulut masih berada di angka 14,61% per 23 Mei 2025. Pemerintah daerah, termasuk Minahasa, didorong untuk segera mempercepat pelaksanaan program agar anggaran dapat dimanfaatkan optimal dalam stabilisasi harga dan ketersediaan pangan.

BACA JUGA  Aniaya Seorang Perempuan, JK Diamankan Tim Resmob Polres Minahasa

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengingatkan pentingnya sinergi antar pemerintah daerah dan pusat untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah-nasional, khususnya dalam masa transisi pascapandemi serta pemulihan ekonomi.

Rakornas ini menjadi momentum penting bagi Sulut dan khususnya Minahasa dalam menghadapi tantangan harga komoditas sekaligus memperkuat ketahanan pangan demi kesejahteraan masyarakat.

Rakornas secara daring ini, diikuti Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Minahasa, Dr Arody Tangkere MAP, Kadis Kominfo Maya Kainde SH MAP, Kepala BPKAD Joice Pua, Kadis PUPR Daudson Rombon ST, Kadis Perikanan dan Kelautan Ir Lendy Aruperes, serta jajaran Pemkab.

Berita Terkait

Hukum Tua Kolongan Atas Rudy Tendean Hadiri Kegiatan Rakor Kecamatan Sonder
Gelar Rakor di Rano Reindang Leilem, Camat Sonder Ingatkan Pajak dan Cegah Karhutla
Sekda Lynda Watania Dorong Penguatan SPI KPK Untuk Cegah Korupsi
DPRD Minahasa Bahas Perubahan APBD 2026
Sertijab Kasatpol PP Minahasa: Lexie Korengkeng Gantikan Arnold Siby
Desa Leilem Tiga Kecamatan Sonder Bangun Paving Block 95 Meter dari Dana Desa 2026
Pemdes Kolongan Atas, Mantapkan Program Prioritas Desa Musdes RKPDes 2027 yang Partisipatif
Musdes Rembuk Stunting, Desa Kolongan Atas Bahas Pencegahan Stunting dan Penguatan Tata Kelola Desa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan ๐Ÿ˜Š

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 04:42

Hukum Tua Kolongan Atas Rudy Tendean Hadiri Kegiatan Rakor Kecamatan Sonder

Selasa, 15 September 2026 - 19:25

Gelar Rakor di Rano Reindang Leilem, Camat Sonder Ingatkan Pajak dan Cegah Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 11:19

Sekda Lynda Watania Dorong Penguatan SPI KPK Untuk Cegah Korupsi

Senin, 14 September 2026 - 19:39

DPRD Minahasa Bahas Perubahan APBD 2026

Senin, 14 September 2026 - 11:54

Sertijab Kasatpol PP Minahasa: Lexie Korengkeng Gantikan Arnold Siby

Berita Terbaru