MANADO, Pilarportal.com – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara,Haposan Silalahi, melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Manado, Rabu (27/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung pelaksanaan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya program pembinaan kepribadian.
Monitoring ini menjadi perhatian penting setelah terjadinya kebakaran Gedung Gereja Lapas Manado pada Sabtu (22/8/2026).
Dalam kunjungannya, Kakanwil meninjau lokasi kegiatan pembinaan kepribadian, khususnya pembinaan kerohanian Kristen yang untuk sementara dilaksanakan di Aula Blok.
Meski tempat ibadah mengalami musibah kebakaran, kegiatan pembinaan bagi WBP tetap diupayakan berjalan.
Pembinaan kerohanian menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran warga binaan.
Melalui kegiatan tersebut, WBP diharapkan dapat mengalami perubahan sikap dan perilaku serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Manado menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen memastikan seluruh program pembinaan berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Program pembinaan kepribadian mencakup penguatan mental, spiritual, kedisiplinan, tanggung jawab, hingga peningkatan kesadaran hukum.
“Kami memastikan pembinaan kepribadian tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan,” ujar Kalapas Manado.
Ia menegaskan, evaluasi terhadap setiap program terus dilakukan agar kegiatan pembinaan dapat berjalan optimal.
Menurutnya, pembinaan yang diberikan harus mampu memberikan dampak nyata bagi perubahan positif setiap WBP.
Kunjungan Kakanwil juga menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Lapas Manado.
Melalui monitoring langsung, pelaksanaan pembinaan diharapkan dapat terus ditingkatkan dan memberikan dampak positif bagi proses reintegrasi sosial WBP.
Kalapas menegaskan bahwa Lapas Manado akan terus menghadirkan pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin berkualitas.
Dengan pembinaan kepribadian yang berjalan baik, WBP diharapkan mampu meningkatkan kualitas diri dan kesadaran untuk memperbaiki perilaku.
Selain itu, warga binaan diharapkan semakin siap menjalani kehidupan secara positif saat kembali ke tengah masyarakat.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

Komentar Batalkan balasan