JAKARTA, Pilarportal.com – Kebiasaan scrolling ponsel sebelum tidur mungkin terasa sepele. Namun, aktivitas ini dapat membuat otak lebih sulit memasuki kondisi yang siap untuk beristirahat.
Tidur yang cukup dan berkualitas penting bagi fungsi tubuh, termasuk otak. Saat tidur, tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan dan pengaturan fungsi biologis.
Karena itu, kebiasaan menggunakan ponsel menjelang tidur perlu diperhatikan. Bukan hanya soal durasi menatap layar, tetapi juga cahaya dan aktivitas mental yang menyertainya.
Melansir berbagai sumber, Jumat (28/8/2026), sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur dapat memengaruhi ritme sirkadian dan proses seseorang untuk terlelap.
1. Otak Menerima Sinyal Seolah Hari Belum Berakhir
Cahaya dari layar ponsel dapat memengaruhi sistem sirkadian, yaitu sistem biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Mata memiliki sel yang peka terhadap cahaya. Informasi tersebut diteruskan ke otak untuk membantu menentukan apakah tubuh berada dalam kondisi siang atau malam.
Paparan cahaya pada malam hari dapat membuat tubuh lebih sulit menyesuaikan diri dengan waktu tidur.
Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PNAS membandingkan aktivitas membaca melalui perangkat elektronik bercahaya dengan membaca buku cetak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur dapat membuat seseorang lebih lama untuk mengantuk dan memengaruhi ritme sirkadian.
2. Produksi Melatonin Bisa Terganggu
Melatonin merupakan hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan membantu memberi sinyal kepada tubuh bahwa malam telah tiba.
Paparan cahaya pada malam hari, termasuk dari layar perangkat elektronik, dapat menghambat peningkatan melatonin yang biasanya terjadi menjelang tidur.
Sejumlah penelitian juga menemukan adanya perubahan kadar melatonin setelah seseorang menggunakan perangkat bercahaya sebelum tidur.
Kondisi tersebut dapat membuat tubuh lebih sulit memasuki fase istirahat pada waktu yang seharusnya.
3. Otak Tetap Dalam Kondisi Terjaga
Masalah scrolling sebelum tidur bukan hanya berasal dari cahaya layar. Konten yang dikonsumsi juga dapat membuat pikiran tetap aktif.
Pesan masuk, video pendek, media sosial, hingga berita dapat memicu cognitive arousal atau peningkatan keterjagaan mental.
Akibatnya, seseorang mungkin tetap merasa ingin melihat konten berikutnya meski tubuh sebenarnya sudah membutuhkan istirahat.
Kebiasaan tersebut dapat membuat waktu tidur semakin mundur dan memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar tertidur.
4. Durasi Tidur Bisa Berkurang
Salah satu dampak yang paling mudah terlihat dari kebiasaan scrolling adalah waktu tidur yang semakin larut.
Seseorang yang awalnya hanya berniat menggunakan ponsel selama beberapa menit dapat terus menggulir layar tanpa menyadari waktu telah berlalu.
Jika kebiasaan ini berlangsung setiap malam, waktu tidur yang seharusnya digunakan untuk beristirahat dapat semakin berkurang.
Kurangnya tidur kemudian dapat berdampak pada konsentrasi, suasana hati, kemampuan berpikir, serta fungsi tubuh lainnya.
Scrolling HP Tidak Berarti Langsung Merusak Otak
Perlu dipahami bahwa scrolling ponsel sebelum tidur tidak berarti secara langsung merusak otak.
Persoalan utamanya adalah paparan cahaya, rangsangan mental, serta kecenderungan menggunakan ponsel lebih lama sehingga waktu tidur menjadi berkurang.
Karena itu, mengurangi penggunaan ponsel menjelang tidur dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kualitas istirahat.
Coba Kurangi Scrolling Sebelum Tidur
Bagi yang terbiasa menggunakan ponsel di tempat tidur, perubahan kecil dapat dilakukan secara bertahap.
Misalnya, berhenti scrolling beberapa waktu sebelum tidur, mengurangi kecerahan layar, mengaktifkan mode malam, serta mengganti aktivitas dengan membaca buku cetak atau kegiatan yang lebih menenangkan.
Yang tidak kalah penting, usahakan memiliki jadwal tidur dan bangun yang konsisten.
Jadi, bukan berarti ponsel harus sepenuhnya dijauhi. Namun, memberi kesempatan bagi otak untuk beristirahat tanpa gangguan layar sebelum tidur dapat membantu menciptakan rutinitas tidur yang lebih baik.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

























Komentar