PALU, Pilarportal.com, 30 September 2026 — PT PLN (Persero) bersama Kementerian ESDM dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat sinergi untuk memperluas akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
Hal itu dibahas dalam rapat sinkronisasi usulan lokasi Lisdes di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kamis (24/9).
Rapat dipimpin Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin, S.T., M.Sc., Ph.D., didampingi Sekdaprov Sulteng Dr. Dra. Novalina, M.M.
Forum tersebut turut dihadiri perwakilan PLN Kantor Pusat, jajaran manajemen PLN UID Suluttenggo, serta pemerintah dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
287 Lokasi Jadi Sasaran Lisdes 2026
Pelibatan pemerintah daerah dilakukan untuk memastikan usulan lokasi program sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Hingga Juni 2026, rasio elektrifikasi Sulawesi Tengah tercatat mencapai 99,27 persen, sedangkan rasio desa berlistrik mencapai 96,58 persen.
Setelah merealisasikan Lisdes di 94 lokasi sepanjang 2025, PLN bersama pemerintah menargetkan perluasan jaringan listrik ke 287 lokasi pada 2026.
Ahmad Amiruddin mengatakan sinkronisasi data menjadi bagian penting dalam memastikan perencanaan program dilakukan secara terpadu.
“Kolaborasi antara Kementerian ESDM, pemerintah daerah, dan PLN menjadi kunci agar target elektrifikasi dapat terus didorong secara optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.
PLN Dorong Pemerataan Energi
General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun menegaskan komitmen PLN untuk memperluas akses listrik hingga wilayah perdesaan dan daerah terluar.
Menurutnya, listrik memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Listrik bukan hanya soal penerangan, melainkan fondasi utama untuk menggerakkan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat perdesaan,” tegas Usman.
Ia mengatakan PLN akan terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan pemerintah daerah agar pembangunan jaringan Lisdes tepat sasaran dan berkelanjutan.
Listrik Buka Peluang Ekonomi Masyarakat
Sekdaprov Sulteng Novalina juga menilai sinkronisasi data lintas sektor diperlukan agar pembangunan infrastruktur energi sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.
Kehadiran listrik di wilayah terpencil diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas penerangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat.
Akses listrik dapat mendukung kegiatan belajar anak-anak, pelayanan kesehatan, serta pengembangan industri rumah tangga dan UMKM.
Menjelang Hari Kesaktian Pancasila, kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PLN tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi bagi masyarakat di Sulawesi Tengah.
Penulis : Roos Yunita
Editor : Roos Yunita


























Komentar