Dr. Devie Rahmawati: Setiap Anggota Polri Adalah Humas yang Menjaga Kepercayaan Publik

Jumat, 31 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Devie Rahmawati, Associate Professor Universitas Indonesia, dalam Dialog Kebangsaan Divhumas Polri T.A. 2025 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Humas Polri, bertempat di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).

Dr. Devie Rahmawati, Associate Professor Universitas Indonesia, dalam Dialog Kebangsaan Divhumas Polri T.A. 2025 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Humas Polri, bertempat di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).

JAKARTA, Pilarportal.com — Di tengah derasnya arus informasi dan banjir konten digital, peran Humas Polri menjadi semakin strategis sebagai garda depan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Dr. Devie Rahmawati, Associate Professor Universitas Indonesia, dalam Dialog Kebangsaan Divhumas Polri T.A. 2025 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-74 Humas Polri, bertempat di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).

Menurut Dr. Devie, dunia komunikasi kini memasuki era Experience Economy dan Attention Economy, di mana perhatian publik menjadi aset paling berharga. Keberhasilan sebuah institusi, termasuk Polri, tidak hanya diukur dari apa yang disampaikan, tetapi dari bagaimana pesan itu dirasakan oleh masyarakat.

“Tantangan terbesar Humas Polri saat ini bukan sekadar menarik perhatian publik, tetapi bagaimana mempertahankannya agar pesan institusi tidak tenggelam di tengah kebisingan digital,” ujar Dr. Devie.
“Setiap anggota Polri sejatinya adalah humas. Polisi bukan berdiri untuk masyarakat, tetapi bagian dari masyarakat itu sendiri.”

Ia menegaskan, komunikasi publik Polri perlu dibangun di atas empat elemen utama: hiburan (entertainment), pendidikan (educational), estetika (aesthetic), dan keaslian (authentic).

BACA JUGA  HUT Humas ke-74, Kapolres Steven Simbar Pimpin Aksi Donor Darah Jajaran Polri dan Bhayangkari

Hiburan dalam konteks komunikasi, jelasnya, bukan sekadar menyenangkan, tetapi juga menenangkan dan menuntun pada kebenaran. Estetika mencerminkan profesionalisme pelayanan, sedangkan keaslian mencerminkan ketulusan serta karakter sejati Polri.

Dr. Devie juga menyinggung fenomena “lost in the scroll” yang banyak diulas media global seperti Forbes, di mana perhatian publik mudah teralihkan oleh arus konten media sosial. Karena itu, pesan Polri perlu disajikan secara menarik, ringkas, dan relevan agar tidak tenggelam di tengah kebisingan digital.

“Judul yang kuat, kalimat pembuka yang menarik, serta visual yang bermakna menjadi kunci agar pesan Polri dapat diterima dengan baik,” katanya.

Lebih jauh, Dr. Devie menilai bahwa membangun citra positif Polri tidak cukup melalui strategi komunikasi formal, tetapi melalui komunikasi yang hidup dalam keseharian anggota di lapangan.

“Masyarakat menilai Polri bukan hanya dari penegakan hukum, tetapi dari tutur kata, sikap, dan empati setiap anggota,” tegasnya.
“Kepercayaan publik tidak dimulai dari seragam, pangkat, atau jabatan—melainkan dari empati dalam berinteraksi.”

Sebagai penutup, Dr. Devie mengingatkan bahwa di era digital, komunikasi bukan lagi tentang siapa yang paling sering berbicara, tetapi siapa yang paling tulus dan autentik.

“Dunia tidak kekurangan informasi, tetapi kekurangan makna,” ujarnya. “Setiap pesan Humas Polri harus membawa nilai, kejujuran, dan empati. Karena pada akhirnya, Polri tidak hanya bekerja untuk masyarakat — Polri adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”

Berita Terkait

Polri Mutasi 88 Perwira, 19 Kapolda dan PJU Mabes Berganti
Kapolres AKBP Novrial Kombo Hadiri Peresmian SPPG Desa Kumu Kecamatan Tombariri
Kapolri Suyudi: Polisi Harus Lebih Dekat dengan Masyarakat
DPR Terima Surpres, Komjen Suyudi Jalani Uji Kelayakan Calon Kapolri
Hari Kesaktian Pancasila di Polda Sulut, Persatuan Jadi Pesan Utama
Dari Knalpot Brong hingga Kasus Pidana, Personel Polresta Manado Dapat Penghargaan
Pelajar SMP 1 Melonguane Dapat Informasi SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Panen Padi PM-AAS di Bolmut, Pertanian Modern Mulai Tunjukkan Hasil

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:40

Polri Mutasi 88 Perwira, 19 Kapolda dan PJU Mabes Berganti

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:06

Kapolres AKBP Novrial Kombo Hadiri Peresmian SPPG Desa Kumu Kecamatan Tombariri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 05:50

Kapolri Suyudi: Polisi Harus Lebih Dekat dengan Masyarakat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:49

DPR Terima Surpres, Komjen Suyudi Jalani Uji Kelayakan Calon Kapolri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:00

Hari Kesaktian Pancasila di Polda Sulut, Persatuan Jadi Pesan Utama

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!