Menkes Budi : Pemimpin Jangan Banyak Cerita Sedikit Eksekusi

Sabtu, 17 Juni 2023 - 06:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin/Istimewa/

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin/Istimewa/

Pilarportal.com – JakartaMenteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menekankan kepada peserta pelatihan kepemimpinan Kementerian Kesehatan untuk lebih banyak bekerja daripada wacana.

Untuk itu pihaknya akan membangun ekosistem mekanisme pendidikan tidak hanya difokuskan pada ruang kelas, melainkan juga implementasi langsung di tempat kerja masing masing.

”Jadi pemimpin itu jangan cerita banyak eksekusi dikit. Pemimpin harus menghasilkan sesuatu jangan terlalu banyak omong dan cerita, jadi kerja itu sampai selesai,” ujar Menkes Budi, di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta, Rabu (14/6).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin, lanjut Menkes bukan sekedar mendelegasikan pekerjaan kepada bawahannya, namun harus memastikan sendiri bahwa proses pekerjaan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Salah satu tugas sebagai pemimpin adalah pilih anak buah yang terbaik. Pemimpin yang baik tidak mungkin bekerja sendiri, dia harus bisa bekerja dengan orang yang terbaik.

”Jadi mesti rekrut sendiri, pilih orang yang terbaik, tidak boleh didelegasikan,” ungkap Menkes Budi.
Selanjutnya, menjadi pemimpin harus amanah dan berhati baik.

BACA JUGA  Menkes Tanamkan Profesionalisme Bagi Pejabat Kemenkes

Baik itu bukan artinya lemah, bukan pula yang selalu memberikan yang diinginkan, tapi pemimpin yang benar-benar bekerja dan memiliki tujuan.

Tak hanya itu, Menkes Budi juga memberikan sejumlah pesan penting untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang terbaik. Pertama mengenai pendidikan, ia menyebut ada 3 jenis pendidikan yang ada yakni pendidikan fisik, pendidikan akal, dan pendidikan hati.

Pendidikan fisik adalah pendidikan yang paling dasar dan paling relatif lebih mudah, yaitu belajar bergerak saat kecil, dan berolahraga untuk menjaga kesehatan.

Setingkat lebih tinggi lagi ada pendidikan akal, contohnya belajar matematika, ilmu pengetahuan, ilmu sosial. Pendidikan ini biasa dilakukan di sekolah formal seperti di antaranya SD, SMP, SMA, perguruan tinggi.
Pendidikan yang lebih tinggi di atas pendidikan fisik dan akal adalah pendidikan hati. Hati ini menentukan indah tidak indah, suka tidak suka.

”Pendidikan hati ini diperlukan untuk memahami manusia dan ini tidak dilatih di pendidikan formal,” ucap Menkes Budi.

Ia melanjutkan, pemimpin harus memahami ketiga pendidikan tersebut agar apa yang dipimpinnya mendapatkan kemajuan.

BACA JUGA  Kemenkes Berikan Pendampingan Hukum Untuk 2 Dokter Teraniaya di Lampung

Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II untuk Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Sebanyak 60 orang peserta mengikuti pelatihan baik dari Kementerian Kesehatan maupun Kementerian/Lembaga lain.

Diharapkan peserta menjadi pemimpin strategis yang dapat memobilisasi seluruh potensi pemerintah dan masyarakat, guna meningkatkan daya saing bangsa dan percepatan pembangunan nasional secara adil dan merata.

JPT Pratama memainkan peranan yang sangat menentukan dalam menetapkan kebijakan strategis instansi, memimpin bawahan dan seluruh Pemangku Kepentingan strategis untuk melaksanakan kebijakan tersebut secara efektif dan efisien.

Tugas ini menuntutnya memiliki kemampuan kepemimpinan strategis, yaitu kemampuan dalam merumuskan kebijakan strategis dan kemampuan mempengaruhi pejabat struktural dan fungsional dibawahnya.

Termasuk pemangku kepentingan lintas sektor lainnya untuk melaksanakan kebijakan strategis yang telah ditetapkan.(*)

Berita Terkait

Boni Hargens Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Kawal Gelombang Demo Juni 2026
Qatar Tegaskan Komitmen Investasi di Indonesia, Prabowo Terima Utusan Emir Qatar
Ratusan Pelajar Meriahkan Penyambutan Presiden Jerman di Istana Merdeka
Presiden Prabowo dan Frank-Walter Steinmeier Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga SDM
Presiden Prabowo Minta Rosan Roeslani Buka Data Positif Investasi Indonesia ke Publik
Kemkomdigi Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak Saat Akses Teknologi Digital
JK Temui Prabowo, Bahas Percepatan Energi Bersih dan Ketahanan Energi Nasional
Presiden Prabowo Percepat Revitalisasi 71 Ribu Sekolah dan Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:16 WITA

Boni Hargens Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Kawal Gelombang Demo Juni 2026

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:39 WITA

Qatar Tegaskan Komitmen Investasi di Indonesia, Prabowo Terima Utusan Emir Qatar

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:26 WITA

Ratusan Pelajar Meriahkan Penyambutan Presiden Jerman di Istana Merdeka

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:18 WITA

Presiden Prabowo dan Frank-Walter Steinmeier Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga SDM

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:25 WITA

Presiden Prabowo Minta Rosan Roeslani Buka Data Positif Investasi Indonesia ke Publik

Berita Terbaru