TOMOHON, Pilarportal.com – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui digitalisasi dan elektrifikasi sektor peternakan mulai menunjukkan hasil nyata.
Salah satu kelompok binaan, Pangi Farm di Tomohon, sukses mencatatkan lonjakan produktivitas dan omset hingga jutaan rupiah per bulan setelah mendapat dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN.
Melalui bantuan fasilitas budidaya ayam lokal dan persilangan berbasis listrik, kelompok ini kini mampu mengoptimalkan siklus produksi.
Bantuan yang disalurkan oleh PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) melalui PLN UP3 Manado meliputi modernisasi kandang, sistem pemanas induksi elektrik (electric brooder), pencahayaan otomatis, hingga alat tetas telur berbasis listrik.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi Creating Shared Value (CSV) PLN yang berfokus pada penciptaan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya menghadirkan listrik, tetapi juga mendorong electrifying agriculture. Keberhasilan Pangi Farm menjadi bukti bahwa listrik mampu menjadi mesin penggerak ekonomi, menekan angka kematian bibit ayam, serta mempercepat masa panen,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan teknologi listrik memberikan efisiensi yang signifikan. Lampu pemanas listrik dinilai lebih stabil dan aman dibandingkan metode konvensional, sehingga menghasilkan ayam dengan kualitas lebih baik dan bernilai jual tinggi di pasar Sulawesi Utara.
Sebelum mendapatkan bantuan, Pangi Farm menghadapi berbagai kendala, mulai dari tingginya biaya pakan hingga kondisi kandang yang tidak stabil yang berdampak pada kesehatan bibit ayam. Namun sejak implementasi teknologi berbasis listrik pada 2025, kapasitas produksi meningkat secara signifikan.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menjelaskan bahwa pendampingan PLN tidak hanya sebatas pemberian bantuan alat, tetapi juga mencakup edukasi manajemen usaha dan keselamatan instalasi listrik.
“Kami melihat Tomohon sebagai salah satu sentra peternakan potensial. Dengan pengaturan suhu dan pencahayaan yang stabil, produksi kini bisa tetap konsisten meski dalam kondisi cuaca ekstrem,” jelasnya.
Keberhasilan Pangi Farm diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani dan peternak lainnya di Sulawesi Utara untuk mulai mengadopsi teknologi digital dan elektrifikasi dalam proses usaha mereka.
Hingga Maret 2026, PLN UID Suluttenggo terus memperluas program TJSL yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal.
Dengan omset yang kini menembus jutaan rupiah per bulan, Pangi Farm membuktikan bahwa kolaborasi antara sektor industri dan masyarakat mampu menciptakan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan di Bumi Nyiur Melambai.







