SIGI, Pilarportal.com – Suasana penuh sukacita dan kehangatan terasa menyelimuti Gereja Bala Keselamatan (BK) Korps Dombu, Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Minggu, 12 April 2026.
Di tengah kesederhanaan rumah ibadah itu, hadir sosok-sosok pemimpin yang tidak hanya datang sebagai pejabat, tetapi sebagai saudara seiman yang rindu berbagi kasih.
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, bersama Panglima Kodam Kodam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, tampak duduk bersahaja di antara jemaat
Mereka tidak menjaga jarak, melainkan melebur dalam pujian, doa, dan kebersamaan yang mengalir hangat.
Kunjungan rohani ini bukan sekadar agenda seremonial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih dari itu, menjadi wujud nyata perhatian dan dukungan spiritual dari TNI dan pemerintah daerah kepada masyarakat.
Dalam momen yang penuh makna tersebut, sekat antara pemimpin dan rakyat seolah lenyap, digantikan oleh rasa persaudaraan yang tulus.
Alunan lagu pujian yang dinyanyikan jemaat menggema lembut, menyentuh hati setiap yang hadir.
Beberapa jemaat tampak haru, tak menyangka bahwa di hari itu mereka dapat beribadah bersama para pemimpin daerah dan TNI.
Kehadiran mereka menjadi penguat iman, sekaligus membawa pesan bahwa negara selalu hadir, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam kehidupan rohani masyarakat.
Mayjen TNI Binsar Sianipar dalam kebersamaan itu menunjukkan sisi humanis seorang pemimpin TNI.
Dengan penuh ketulusan, ia mengikuti jalannya ibadah, menyapa jemaat, dan menebarkan semangat persatuan. Begitu pula Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi yang terus menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman.
“Kebersamaan seperti ini adalah kekuatan kita. Dari desa, dari gereja, dari hati yang bersatu, kita membangun daerah ini dengan damai,” menjadi pesan yang terasa kuat dalam momen tersebut.
Kegiatan ini pun menjadi simbol eratnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kasih.
Di akhir ibadah, senyum, jabat tangan, dan sapaan hangat menjadi penutup yang sederhana namun penuh arti. Hari itu, Dombu tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan hati—di mana kasih, persatuan, dan harapan bertumbuh bersama.
Melalui kunjungan ini, diharapkan semangat kebersamaan terus hidup dan mengakar, menjadi fondasi kuat dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan penuh kasih di Kabupaten Sigi.























Komentar