KOTAMOBAGU, Pilarportal.com – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotamobagu, Aris Yuliyanta, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat yang digelar di Aula Rutan Kelas IIB Kotamobagu, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat selama menjalani masa pembinaan.
Sosialisasi tersebut juga merupakan bagian dari aktualisasi habituasi peserta Latihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Rutan Kelas IIB Kotamobagu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Joni Tumangken serta Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Busen.
Dalam sambutannya, Kepala Rutan Kelas IIB Kotamobagu Aris Yuliyanta menegaskan bahwa kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan.
“Kesehatan merupakan modal penting dalam menjalani proses pembinaan. Karena itu, edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat perlu terus diberikan agar menjadi kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama berada di rutan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujar Aris.
Melalui sosialisasi tersebut, para warga binaan mendapatkan penyuluhan mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta langkah-langkah pencegahan penyakit menular di lingkungan hunian.
Materi disampaikan secara interaktif sehingga para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat mempraktikkan kebiasaan hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Aris berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian warga binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari proses pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik.
Selain menjadi implementasi aktualisasi habituasi peserta Latsar CPNS, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Rutan Kelas IIB Kotamobagu dalam menghadirkan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian dan kemandirian, tetapi juga pada peningkatan kualitas kesehatan warga binaan.
Dengan pembinaan yang komprehensif, diharapkan para WBP memiliki bekal positif untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan siap kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM























Komentar