Dari Mie Instan 2 Hari hingga Cum Laude, Kisah Perjuangan Merry Mahasiswi Unsrat

Jumat, 1 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Merry Pura, Lulusan Universitas Sam Ratulangi

Merry Pura, Lulusan Universitas Sam Ratulangi

Manado, Pilarportal.com — Perjalanan hidup Merry Pura, mahasiswi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan akhir dari segalanya.

Sejak awal diterima di perguruan tinggi negeri, Merry sudah dihadapkan pada kenyataan pahit.

Biaya kuliah yang tidak kecil membuatnya ragu untuk melanjutkan pendidikan.

Tanpa beasiswa, ia harus berjuang sendiri membiayai hidup dan sebagian kuliahnya.

Untuk bertahan, Merry bekerja di sebuah toko kecantikan di Manado, Esce Beauty, selama hampir tiga tahun.

Namun, di tengah perjalanan, ia harus menerima kenyataan di-PHK karena perubahan strategi bisnis toko tersebut.
Cobaan tidak berhenti di situ.

Sebagai perantau dengan kondisi ekonomi terbatas, Merry pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Ia harus bertahan hanya dengan mie instan yang dihemat selama dua hari.

“Waktu itu hanya ada mie instan kuah, dan itu harus saya bagi untuk dua hari,” kenangnya.

Kondisi tersebut bahkan memaksanya untuk cuti kuliah sebanyak dua kali karena keterbatasan biaya. Namun, ia tidak menyerah.

BACA JUGA  Rektor Sompie Lantik Pejaba Unsrat

Setelah kehilangan pekerjaan, Merry kembali bangkit.

Ia sempat bekerja membantu usaha keripik pisang milik kerabat gereja dengan penghasilan sekitar Rp300 ribu hingga Rp900 ribu per bulan—jumlah yang jauh dari cukup untuk hidup di kota.

Meski demikian, ia tetap bertahan.

“Terkadang yang terlihat tidak cukup, justru Tuhan cukupkan,” ujarnya.

Memasuki tahun 2025, saat berada di tahap akhir perkuliahan, Merry kembali menghadapi tantangan besar.

Biaya penyelesaian studi, termasuk skripsi, menjadi beban berat di tengah keterbatasan ekonomi.

Namun titik balik akhirnya datang.

Merry mendapatkan pekerjaan sebagai host live untuk brand La Grace milik content creator Sulawesi Utara, Papacio dan Mamacio.

Dari pekerjaan ini, ia memperoleh penghasilan yang mampu menopang kebutuhan hidup sekaligus biaya kuliahnya.

Hingga akhirnya, perjuangan panjang itu berbuah manis.

Merry berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 4,6 tahun dengan predikat Cum Laude.

Sebuah pencapaian yang dulu bahkan tak pernah ia bayangkan.

“Semua ini adalah kemurahan Tuhan yang nyata dalam hidup saya,” ungkapnya penuh syukur.

BACA JUGA  Prof Sompie Lantik Pejabat Dilingkungan Unsrat Manado

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)

Editor : Yudi Mintalangi

Berita Terkait

Tim Cara’de Latih Warga Gowa Produksi Pakan Ikan Mandir
Ferry Liando Pimpin FISIP Unsrat Cetak Tiga Akreditasi Unggul
73 Bintara Muda Kodam XIII/Mdk Resmi Selesaikan Pendidikan
Warga Desa Tinggimae Dilatih Tim Cara’de BEM KMF TP UH Kuasai Promosi Digital
Terima Audiensi KKN UGM, Bupati Robby Dondokambey Tekankan Inovasi Pembangunan
PLN Hadirkan 25 Komputer untuk SMPN 1 Palu, Dukung Digitalisasi Pendidikan Jelang HUT RI Ke-81
Pangdam Mirza: Lulusan SPPI Harus Jadi Penggerak Pembangunan Desa dan Kampung Nelayan
PLN Edukasi Keselamatan Listrik kepada Siswa SMA Negeri 3 Manado

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:00

Tim Cara’de Latih Warga Gowa Produksi Pakan Ikan Mandir

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:18

Ferry Liando Pimpin FISIP Unsrat Cetak Tiga Akreditasi Unggul

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:52

73 Bintara Muda Kodam XIII/Mdk Resmi Selesaikan Pendidikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:34

Warga Desa Tinggimae Dilatih Tim Cara’de BEM KMF TP UH Kuasai Promosi Digital

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:47

Terima Audiensi KKN UGM, Bupati Robby Dondokambey Tekankan Inovasi Pembangunan

Berita Terbaru