SUMBAR, Pilarportal.com – Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melakukan monitoring dan peninjauan langsung ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam dan Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada 21–22 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin Teknisi Jibom Utama TK II Korbrimob Polri Brigjen Pol Yopie Indra Prasetya Sepang bersama Tim PRR Bencana Sumatera.
Rombongan turut didampingi Dansatbrimob Polda Sumatera Barat Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik serta sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar proses pemulihan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Tim Satgas PRR meninjau kesiapan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Padang Pariaman.
Selain itu, rombongan juga memantau progres rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian yang mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Tim turut melihat langsung kondisi hunian sementara (huntara) sekaligus berdialog dengan masyarakat yang masih tinggal di lokasi pengungsian.
Dalam peninjauan tersebut, Brigjen Pol Yopie juga mengecek kondisi sungai terdampak bencana yang masuk dalam rencana normalisasi Kementerian Pekerjaan Umum.
Pembahasan mengenai konektivitas jembatan dan infrastruktur pendukung lainnya juga dilakukan bersama pemerintah daerah Kabupaten Agam dan Padang Pariaman.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Tim Satgas PRR turut menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak bencana di kawasan huntara.
Brigjen Pol Yopie mengatakan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi prioritas agar masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan normal.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
Sementara itu, Dansatbrimob Polda Sumbar memastikan pihaknya terus mendukung proses penanganan pascabencana melalui pengamanan dan pendampingan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Kegiatan monitoring ini juga menjadi bagian evaluasi lapangan guna memastikan seluruh program rehabilitasi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Warga penghuni huntara menyambut baik kehadiran Tim Satgas PRR dan berharap pembangunan hunian tetap segera terealisasi.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW- 24799)
Editor : Yudi Mintalangi























Komentar