Jakarta, Pilarportal.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5,3 juta ton menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global dan tekanan inflasi pangan dunia.
Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, mengatakan jumlah cadangan beras yang dikelola Perum Bulog tersebut merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah dan mencerminkan semakin kuatnya ketahanan pangan Indonesia.
Menurut Yudhi, ketersediaan stok beras yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi gejolak harga pangan di dalam negeri. Hingga saat ini, stok beras pemerintah tercatat mencapai 5,33 juta ton.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bapanas menilai ketersediaan dan keterjangkauan pangan merupakan dua pilar utama dalam pengendalian inflasi pangan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai instrumen stabilisasi melalui penguatan stok nasional dan pengawasan distribusi pangan.
Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan Tahun 2026.
Satgas ini melibatkan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum guna memastikan kepatuhan terhadap Harga Acuan Pemerintah (HAP), Harga Eceran Tertinggi (HET), mutu, dan keamanan pangan.
Selain pengawasan, pemerintah juga terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Hingga 8 Juni 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 5.237 kali di 36 provinsi dan 377 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menegaskan bahwa berbagai program pengendalian inflasi pangan tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga saat ini, tetapi juga memperkuat sistem pangan nasional agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim, tantangan global, dan peningkatan kebutuhan menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM























Komentar