Pilarportal.com,MINAHASA – Langkah Universitas Negeri Manado (Unima) dalam melahirkan akademisi bergelar doktor mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Watania, MM M.Si, usai menghadiri kegiatan ujian promosi doktor yang digelar di kampus Unima, Jumat (12/6/26).
Sekda Lynda Watania menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian promosi doktor ini merupakan momentum yang sangat penting dan strategis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terlebih khususnya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi serta kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Utara.
”Kami memberikan apresiasi yang tinggi untuk Universitas Negeri Manado yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting dan strategis, yaitu ujian promosi doktor,” ujar Lynda Watania saat diwawancarai usai kegiatan.
Pelaksanaan ujian promosi doktor kali ini terasa spesial bagi jajaran Pemkab Minahasa,” ucap Sekda.
Tetapi sebagai pribadi saya juga diundang untuk menjadi dosen penguji dari luar, saya sangat berterima kasih.
Pasalnya, selain mempromosikan pejabat eselon II di lingkungan Kabupaten Minahasa, sebagai pribadi saya juga diundang dipercayakan terlibat langsung untuk menjadi dosen penguji dari luar. Saya sangat berterima kasih,” ungkapnya.
Menurut Lynda, kehadiran para doktor baru ini akan memberikan sumbangsih besar bagi perkembangan dunia akademik di Minahasa, sekaligus memperkaya khazanah perguruan tinggi melalui kolaborasi alumni doktoral yang kompeten.
Lanjut Sekda, perempuan pertama di Minahasa ini mengulas materi disertasi yang dipaparkan oleh promovenda. Dr. Maya Rambitan. Menurutnya, pemikiran dan temuan penelitian tersebut sangat kontekstual dan menjadi motivasi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak cepat puas dengan ilmu yang dimiliki.
Sekda Lynda, mendorong agar momentum ini menjadi pemantik bagi para ASN di Minahasa untuk terus membuka diri dan menambah potensi diri melalui lembaga pendidikan formal, seperti program pascasarjana di Unima.
Ia kemudian mengaitkan hasil penelitian tersebut dengan realita pelayanan publik di Dinas Sosial, khususnya terkait penanganan anak terlantar.
Fokus yang Berimbang. Penanganan anak terlantar tidak boleh hanya berfokus pada anak itu sendiri secara sepihak.
Peningkatan Kapasitas Kelembagaan. Dinas Sosial, sebagai institusi yang memiliki kewenangan penuh, harus diisi oleh aparatur yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang terus ditingkatkan.
Puji Pendekatan Manajemen Stratejik yang Paripurna. Di mata tim penguji, penelitian yang diuraikan oleh Dr. Maya Rambitan dinilai sangat komprehensif atau paripurna.
Tentu hal ini dikarenakan riset tersebut dibedah dengan menggunakan metode manajemen stratejik secara utuh.
Lynda merincikan bahwa kajian tersebut berhasil memotret tata kelola birokrasi dari empat sisi krusial, Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi dan Kontrol.
Dengan penguatan kompetensi pegawai berbasis manajemen stratejik ini, pelayanan publik di sektor sosial diyakini akan jauh lebih efektif dan berdampak langsung pada masyarakat.
Jadi ini sangat bagus karena mendorong perubahan mendasar. Bukan hanya sekadar menangani anak terlantar di lapangan.
Tentunya, tetapi orang-orang atau SDM aparatur yang ada di Dinas Sosial juga harus menambah kompetensi mereka. Kami optimistis, ini akan mampu menurunkan angka anak terlantar di Kabupaten Minahasa,” tuturnya Sekda menutup wawancara.























Komentar