Kasad Tinjau Energi Hydro hingga Pengolahan Sampah di Garut

Senin, 7 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau sejumlah program yang dikembangkan TNI Angkatan Darat untuk membantu masyarakat dan menjaga lingkungan.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau sejumlah program yang dikembangkan TNI Angkatan Darat untuk membantu masyarakat dan menjaga lingkungan.

GARUT, Pilarportal.com – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau sejumlah program yang dikembangkan TNI Angkatan Darat untuk membantu masyarakat dan menjaga lingkungan.

Kunjungan kerja tersebut dilakukan di wilayah Kodam III/Siliwangi, Jumat (4/9/2026). Beberapa program yang ditinjau meliputi energi hydro micro, penataan Situ Bagendit, hingga pengolahan sampah.

Kasad Resmikan Hydro Micro 25.000 Watt

Di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Kasad meresmikan kincir air Curug Rahong yang memiliki kapasitas hydro micro hingga 25.000 watt.

Menurut Maruli, teknologi tersebut berpotensi dikembangkan di wilayah lain yang memiliki sumber air dengan karakteristik serupa.

“Di Garut kebetulan kita punya proyek hydro micro itu bisa 25.000 watt. Saya pikir ini akan menjadi contoh untuk di daerah-daerah lain,” ujar Maruli.

Ia mengatakan pengembangan energi tersebut akan didorong melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Kodim, dan Polres.

Selain energi, Kasad juga menyoroti kebutuhan infrastruktur masyarakat di sejumlah wilayah Garut dan Tasikmalaya.

Pendataan akan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan jembatan sederhana, jembatan beton, jembatan gantung, hingga fasilitas air bersih.

“Mudah-mudahan bisa kita penuhi semua, khususnya jembatan-jembatan sederhana, jembatan beton yang panjangnya 20 meter, dan jembatan gantung,” katanya.

Situ Bagendit Dibersihkan dari Eceng Gondok

Kasad kemudian meninjau perkembangan penataan Situ Bagendit dari udara.

TNI AD sebelumnya ikut melakukan pembersihan eceng gondok dan tanaman air yang menutupi sebagian besar permukaan situ.

Menurut Maruli, kondisi Situ Bagendit sebelumnya cukup memprihatinkan karena lebih dari 80 persen permukaannya tertutup eceng gondok.

“Sebenarnya waktu saya datang ini sudah hampir tertutup, tidak ada perahu dan sekitar 80 persen lebih tertutup eceng gondok,” ungkapnya.

Pembersihan kawasan tersebut diharapkan dapat kembali menghidupkan aktivitas masyarakat di sekitar Situ Bagendit.

Selain sektor pariwisata, keberadaan warung dan pelaku UMKM juga diharapkan ikut berkembang setelah kawasan tersebut kembali tertata.

Namun, Maruli mengakui perawatan Situ Bagendit menjadi tantangan tersendiri sehingga perlu dievaluasi secara berkelanjutan.

TNI AD Evaluasi Pengolahan Sampah

Dalam kunjungan berikutnya, Kasad meninjau fasilitas insinerator atau alat pembakaran sampah di TPA Ciwastra, Bandung.

TNI AD berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan kelayakan fasilitas tersebut sebelum dioperasikan secara optimal.

“Kita sudah menyampaikan kepada khususnya LH nanti, apakah ini sudah lulus untuk bisa dioperasionalkan,” kata Maruli.

Jika hasil evaluasi menyatakan fasilitas tersebut memenuhi persyaratan, pengoperasiannya akan dipercepat.

Namun, apabila belum memenuhi ketentuan, TNI AD akan mencari alternatif teknologi pengolahan sampah lainnya.

Siapkan Pengolahan Sampah Jadi Solar

Selain insinerator, TNI AD bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan fasilitas pengolahan sampah menjadi solar.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai dibangun pada September 2026 dengan masa pembangunan sekitar satu tahun.

Kapasitas pengolahannya dirancang mencapai 1.000 ton sampah per hari.

Model pengolahan tersebut diharapkan dapat dikembangkan di daerah lain dengan menyesuaikan kebutuhan dan volume sampah.

Berbagai program tersebut menunjukkan upaya TNI AD untuk menghadirkan solusi yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Mulai dari pemanfaatan energi terbarukan, perbaikan akses infrastruktur, pemulihan lingkungan, hingga pengelolaan sampah menjadi bagian dari program yang terus didorong melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Sumber Berita: Dispenad

Berita Terkait

Pangdam Anggit Temui Dankodaeral VIII, Soliditas TNI Jadi Fokus
Pangdam XIII/Mdk dan YKEP Perkuat Koordinasi
Pangdam XIII/Merdeka Perkuat Sinergi dengan Lanudsri Manado
Kapal Tanker MT Mika Zayn Terbakar, Kodaeral VIII Kerahkan KAL Patola VIII-27 dan RHIB untuk Pengamanan
Pangdam dan Gubernur Sulut Perkuat Sinergi, Pembangunan Daerah Jadi Fokus
Empat Satuan TNI AD Raih Tanda Kehormatan Samkaryanugraha
Kasad Lepas Kontingen TNI AD ke AARM 2026 di Malaysia
Kasad Tandyo Budi Jadi Warga Kehormatan Korpasgat TNI AU

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:18

Pangdam Anggit Temui Dankodaeral VIII, Soliditas TNI Jadi Fokus

Selasa, 3 November 2026 - 11:47

Pangdam XIII/Mdk dan YKEP Perkuat Koordinasi

Senin, 2 November 2026 - 15:23

Pangdam XIII/Merdeka Perkuat Sinergi dengan Lanudsri Manado

Senin, 2 November 2026 - 08:01

Kapal Tanker MT Mika Zayn Terbakar, Kodaeral VIII Kerahkan KAL Patola VIII-27 dan RHIB untuk Pengamanan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:33

Pangdam dan Gubernur Sulut Perkuat Sinergi, Pembangunan Daerah Jadi Fokus

Berita Terbaru

Kapolda Sulut Irjen Pol Yudo Hermanto hadir langsung dan menyerahkan SIM kepada para pengemudi ojol

Polri

Polda Sulut Permudah Ojol Urus SIM

Kamis, 5 Nov 2026 - 18:17

Click to listen highlighted text!