GORONTALO, Pilarportal.com – Upaya menghadirkan listrik hingga ke pelosok desa di Provinsi Gorontalo terus dipercepat. PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Gorontalo tengah menggenjot pembangunan jaringan listrik desa (Lisdes) melalui program Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2026.
Program ini menyasar 17 lokasi yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Gorontalo sebanyak 14 lokasi, Gorontalo Utara dua lokasi, dan Boalemo satu lokasi.
Berdasarkan data pemantauan PLN, empat lokasi telah menyelesaikan pekerjaan konstruksi, sementara 13 lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Percepatan ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk memperluas akses energi sekaligus memastikan masyarakat di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik dapat menikmati layanan kelistrikan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Wahyu Prasetyo, menegaskan bahwa pembangunan listrik desa bukan sekadar menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Listrik adalah jantung dari pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui akselerasi program Lisdes ABT 2026 di Gorontalo ini, PLN berkomitmen hadir hingga ke pelosok desa agar masyarakat di wilayah yang selama ini belum terjangkau dapat segera menikmati akses listrik yang andal,” ungkap Wahyu.
Ia optimistis kehadiran listrik akan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Manager UP2K Gorontalo, Nofrianus Majampoh, mengatakan seluruh tim teknis terus bekerja maksimal untuk mengejar target penyelesaian pembangunan dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja.
“Kami berfokus melakukan percepatan penarikan jaringan dan pemasangan infrastruktur kelistrikan di 13 lokasi sisa secara paralel. Koordinasi di lapangan terus kami intensifkan agar seluruh kendala teknis dapat teratasi dengan cepat, sehingga masyarakat desa bisa segera menikmati listrik terang,” ujar Nofrianus.
Dari sisi pembangunan fisik, PLN telah mendirikan 336 batang tiang dari total target 963 batang.
Pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) telah mencapai 1,555 kilometer sirkit (kms) dari target 24,65 kms. Sementara Jaringan Tegangan Rendah (JTR) terealisasi sepanjang 5,06 kms dari target 29,99 kms.
Adapun kapasitas gardu distribusi yang telah terpasang mencapai 100 kiloVolt Ampere (kVA) dari total rencana 1.050 kVA.
Percepatan pembangunan ini turut didukung sinergi PLN bersama Gubernur dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, termasuk pemerintah kabupaten, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat.
Dukungan tersebut berperan penting dalam memperlancar perizinan, kesiapan lokasi, pembebasan jalur tanaman atau Right of Way (ROW), hingga mobilisasi material menuju wilayah pembangunan.
Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target, PLN juga melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala di setiap lokasi. Langkah ini dilakukan guna menjaga kualitas konstruksi, ketepatan waktu, serta keselamatan seluruh pekerja.
Di sisi lain, masyarakat diimbau ikut menjaga keamanan jaringan listrik, termasuk memperhatikan pohon atau tanaman yang berpotensi menyentuh jaringan setelah pembangunan selesai.
Melalui program Lisdes ABT 2026, PLN berharap semakin banyak masyarakat desa di Gorontalo yang dapat menikmati akses listrik secara aman dan berkelanjutan.
Sebab, hadirnya listrik bukan hanya menerangi rumah saat malam tiba, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendidikan, dan membangun kehidupan yang lebih sejahtera.
Penulis : Roos Yunita
Editor : Roos Yunita




























Komentar