Super Flu H3N2 Subclade K Terdeteksi Masuk Indonesia

Jumat, 2 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Super Flu H3N2 Subclade K Terdeteksi Masuk Indonesia.(ilustrasi ist)

Pilarportal.com, Jakarta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengonfirmasi masuknya varian influenza A (H3N2) Subclade K, yang kerap disebut sebagai “super flu”, ke wilayah Indonesia. Varian tersebut terdeteksi sejak 25 Desember 2025 melalui sistem surveilans penyakit menular.

Pelaksana Tugas Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan Subclade K menyebabkan tingkat keparahan penyakit yang lebih tinggi dibandingkan varian influenza sebelumnya.

“Berdasarkan publikasi ilmiah terbaru Desember 2025, influenza A (H3N2) merupakan virus yang telah lama bersirkulasi dan pernah menyebabkan pandemi global pada 1968. Dalam beberapa tahun terakhir, virus ini kembali mendominasi kasus flu, terutama pada kelompok anak,” ujar dr. Prima.

Ia menambahkan, Subclade K merupakan bagian dari evolusi alami virus influenza yang terus mengalami mutasi. Meski penyebarannya relatif cepat, karakteristik klinisnya sejauh ini masih serupa dengan influenza musiman.

Peneliti senior Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A. Adalja, M.D., menyebut Subclade K sebagai cabang mutasi terbaru dari virus H3N2 yang telah beredar selama puluhan tahun. Varian ini pertama kali teridentifikasi pada Juni 2025 dan kemudian menyebar ke berbagai negara.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala super flu umumnya muncul dalam waktu 3 hingga 4 hari setelah terpapar virus. Keluhan yang sering dialami meliputi:

  • Batuk

  • Sakit tenggorokan

  • Pilek atau hidung tersumbat

  • Nyeri otot atau badan

  • Sakit kepala

  • Kelelahan

Kelompok lanjut usia, penderita penyakit kronis, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah disebut lebih berisiko mengalami komplikasi, termasuk gangguan kardiovaskular.

Profesor dan Kepala Divisi Penyakit Menular Universitas Buffalo, New York, Thomas Russo, M.D., menekankan pentingnya vaksinasi influenza sebagai langkah perlindungan utama.

“Vaksin flu dapat menurunkan risiko rawat inap dan mencegah dampak penyakit yang lebih berat,” jelasnya.

Selain vaksinasi, penggunaan masker di ruang tertutup dan keramaian, menjaga kebersihan tangan, serta istirahat cukup juga dinilai efektif untuk menekan risiko penularan.

Kemenkes RI mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pemerintah memastikan pemantauan terus dilakukan untuk mendeteksi perkembangan virus serta melindungi kesehatan masyarakat.

Berita Terkait

WHO dan Jepang Perkuat Imunisasi, Anak di Daerah Terpencil Jadi Perhatian
Kenali 5 Gejala Sinusitis yang Sering Diabaikan
Obesitas Anak Meningkat, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan Orang Tua
Kodaeral VIII Tingkatkan Fasilitas Kesehatan, Balai Kesehatan Baru Resmi Dibuka
Bayi Sering Gumoh? Kenali 5 Penyebabnya agar Orang Tua Tidak Panik
Presiden Prabowo Naik KA Nusantara Explorer Menuju Batang, Dukung Pariwisata dan Transportasi Nasional
Presiden Prabowo Ungkap Peran Besar Kereta Api: Dari Transportasi hingga Penggerak Ekonomi Rakyat
Hepatitis Disebut Silent Killer, Kenali Gejala dan Bahayanya bagi Hati

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:53

WHO dan Jepang Perkuat Imunisasi, Anak di Daerah Terpencil Jadi Perhatian

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:29

Kenali 5 Gejala Sinusitis yang Sering Diabaikan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:04

Obesitas Anak Meningkat, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:44

Kodaeral VIII Tingkatkan Fasilitas Kesehatan, Balai Kesehatan Baru Resmi Dibuka

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:48

Bayi Sering Gumoh? Kenali 5 Penyebabnya agar Orang Tua Tidak Panik

Berita Terbaru

TNI

Pangdam Mirza Cek Karya Bakti di Pulau Miangas

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:41

Exit mobile version