Pilarportal.com, Minut – Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seringkali menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan program-program sosial pemerintah.
Namun, hal ini tidak berlaku bagi Kabupaten Minahasa Utara, yang berhasil menjalin sinergi kuat dengan sektor swasta, salah satunya PT Meares Soputan Mining (MSM), untuk mengatasi tantangan tersebut.
Kolaborasi ini kembali ditunjukkan melalui komitmen perusahaan dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Presiden Direktur PT MSM, David Sompie, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung program pemerintah. Dalam acara serah terima bantuan RTLH bersama tujuh perusahaan lainnya.
“Kami mendukung penuh ide cemerlang dari Bapak Bupati Minut. Sebagai bentuk komitmen, kami akan membangun dua unit RTLH di setiap desa lingkar tambang,” jelas Sompie (03/09).
Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada di sekitar area operasional tambang.
Sompie menambahkan bahwa target pembangunan 40 hingga 50 unit rumah layak huni di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda merupakan bagian dari upaya PT MSM agar keberadaannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial.
Pernyataan ini disambut baik oleh Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Joune Ganda. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT MSM dan seluruh perusahaan yang terlibat. “Kolaborasi ini adalah terobosan penting mengingat keterbatasan APBD,” ujar Joune Ganda.
“Kemitraan dengan pihak swasta seperti MSM sangat kami butuhkan dan akan terus kami dorong secara berkelanjutan.”tambahnya
Lebih dari sekadar bantuan, program ini mencerminkan filosofi bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab kolektif.
Bupati berharap komitmen PT MSM dapat menjadi teladan bagi perusahaan lain untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan sosial, khususnya dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat kurang mampu dan terdampak bencana.
Kolaborasi ini membuka babak baru di mana sektor swasta tidak lagi hanya dilihat sebagai entitas ekonomi, melainkan sebagai mitra strategis dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata.(*/MT)
