Cerpen, Judul: Misi Bahagia di Planet Ceria, Karya Glorya Louise Mintalangi

Senin, 4 Desember 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Glorya Louise Mintalangi Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Kelas 7b Sekolah Kristen Eben Haezar Manado.

Glorya Louise Mintalangi Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Kelas 7b Sekolah Kristen Eben Haezar Manado.

Pilarportal.com — Manado – Berikut cerita pendek (Cerpen) karya Glorya Louise Mintalangi Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP)  Kelas 7b Sekolah Kristen Eben Haezar Manado.

Di galaksi yang jauh, terdapat sebuah planet yang dikenal sebagai Planet Ceria. Planet ini dipenuhi dengan berbagai macam tanaman.

Ada bunga yang berwarna warni, pohon kurma yang menjulang tinggi , pohon Cemara yang menambah suasana hening pokoknya di taman itu terdapat semua kebahagiaan dan kegembiraan.

Di sana, semua makhluk hidup, hidup dengan damai dan saling membantu,saling menopang bahkan saling melengkapi satu sama lain.

Di sebuah desa kecil di Planet Ceria, tinggal sekelompok anak-anak yang penuh semangat dan keceriaan. Bahkan dalam tawah dan canda mereka, lupa dengan yang namanya kesedihan.

Anak-anak itu terdiri dari Aria, Bella, Ciko, dan Dito. Mereka adalah sahabat baik yang selalu bersama dalam petualangan mereka.

Suatu hari pada saat mereka bercanda di sebuah taman yang terbentang luas, tiba -tuba mereka mendengar suatu kabar bahwa Planet Ceria sedang menghadapi ancaman bahkan malapetaka dari makhluk jahat yang ingin menghilangkan kebahagiaan di planet tersebut.

Sontak mereka langsung berdiri dari posisi duduk masing-kasing dengan tatapan yang membingungkan.

BACA JUGA  Sisihkan Belasan Peserta, Utusan SD Katholik IV Glorya dan Auxilia Raih Juara se-Kecamatan Sario

Tanpa ragu, Aria, Bella, Ciko, dan Dito bercakap-cakap untuk memutuskan agar mereka melakukan “Misi Bahagia” dengan tujuan untuk menyelamatkan Planet Ceria. Mereka tahu bahwa mereka harus mencari “Batu Kebahagiaan” yang legendaris untuk mengalahkan kekuatan jahat yang mengancam planet mereka.

Awalnya mereka bingung dengan tindakan yang mereka lakukan tapi, saat itu satu diantara mereka yaitu Ciko tiba -tiba teringat dengan sebuah Batu Kebahagiaan yang kononya batu tersebut memiliki kekuatan yang sangat menakjubkan diantaranya bisa mengatasi suatu masalah, bisa memberi kedamaian, bisa mendatangkan suatu keberuntungan dan hal-hal lain yang mampu menjawab kebutuhan bagi yang membutuhkan pertolongan.

Dengan ide dari seorang teman tidak berpikir panjang mereka langsung setuju.

Bergegaslah Ciko dan teman-teman untuk pergi menemui seorang kakek yang tunggal di tengah hutan. Kakek itu bernama kakek Sage.

Kakek Sage hidup sebatang kara kesehariannya hanya mengumpulkan kayu kering untuk pembuatan api unggun disaat malam hari bahkan setiap pagi ia pergi ke sungai mencari udang untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Saat itu cuaca buruk dipedesaan, bunyi guntur yang bersahut-sahutan bahkan cahaya petir dimana. “Ini harus kita lewati”, kata Bella. Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan ini, jika kita bersatu pasti semua akan berlalu.

BACA JUGA  Study Tour Kelas VI SD Katholik 04 St Yohanis Manado

Saat itu pun tanpa ragu dan gentar mereka menuju hutan demi bertemu dengan seorang kakek. Dalam perjalanan banyak hal-hal menyeramkam terjadi tapi semua itu tidak mengurung niat bagi anak-anak ini.

“Lihat, itu ada pondok. Apakah itu rumah kakek Sage?” Iya, benar itu pasti pondoknya kakek Sage. Ayo kita ke sana. Ternyata kakek Sage sudah mengetahui kedatangan mereka.

“Untuk apa malam-malam kesini?ini sudah larut malam” kata Kakek Sage. Tanpa basa-basi mereka langsung menceritan maksud kedatangan mereka.Mendengar penjelasan itu sontak kakek langsung mengabil gulungan kecil yang di dalamnya berisikan batu kebahagiaan.

Wauu… ternyata batu itu mengeluarkan cahaya teman-teman, coba lihat. Itu…itu..indah sekali.Dengan peta petunjuk yang diberikan oleh Kakek Sage, seorang bijak yang tinggal di desa mereka, anak-anak itu memulai perjalanan mereka. Mereka melewati hutan yang lebat, menyeberangi sungai yang deras, dan mendaki gunung yang tinggi. Tidak ada rintangan yang bisa menghentikan semangat mereka.

Setelah melewati berbagai macam ujian dan tantangan, anak-anak itu akhirnya tiba di gua rahasia di puncak gunung.

Di dalam gua itu, mereka menemukan Batu Kebahagiaan yang bersinar terang. Mereka merasa senang dan yakin bahwa mereka telah menemukan kunci untuk menyelamatkan Planet Ceria.

BACA JUGA  Utusan SD Katolik 04 St Yohanis Manado Raih Juara 3 Lomba Pidato se-Kota Manado

Namun, tiba-tiba, makhluk jahat muncul dan mencoba menghalangi mereka. Makhluk itu mencoba mengambil Batu Kebahagiaan, tetapi anak-anak itu tidak menyerah begitu saja.

Mereka menggunakan kecerdikan dan kekuatan persahabatan mereka untuk mengalahkan makhluk jahat tersebut.

Dengan Batu Kebahagiaan yang aman di tangan mereka, anak-anak itu kembali ke desa mereka. Mereka mengumpulkan semua penduduk Planet Ceria dan mengadakan upacara besar untuk mengembalikan kebahagiaan yang hilang.

Batu Kebahagiaan ditempatkan di pusat desa, dan seketika itu juga, kebahagiaan kembali memenuhi seluruh planet.

Anak-anak itu menjadi pahlawan di Planet Ceria. Mereka belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam diri mereka sendiri dan dari kebaikan yang mereka berikan kepada orang lain.

Sejak saat itu, Aria, Bella, Ciko, dan Dito menjadi pelindung kebahagiaan di Planet Ceria. Mereka menjaga dan merawat planet mereka dengan penuh cinta dan kepedulian.

Planet Ceria tetap menjadi tempat yang penuh kebahagiaan dan kegembiraan, dan anak-anak itu terus menjalankan misi mereka untuk menyebarkan kebahagiaan ke seluruh penjuru galaksi.

Akhir cerita.

Berita Terkait

Gubernur Sulut Dorong Revitalisasi BLK Bitung untuk Cetak SDM Siap Kerja
PMI Sulut Fokus Benahi Organisasi, Layanan Donor Darah dan Penanggulangan Bencana pada 2026
Kakanwil Ditjen PAS Sulut Lantik Lima Pejabat Fungsional, Perkuat Pelayanan Pemasyarakatan
Kakanwil Ditjen PAS Sulut Temui Kajati Jacob Pattipeilohy, Bahas Penguatan Sistem Peradilan Terpadu
PLN UP3 Palu Dukung Digitalisasi Pendidikan, Serahkan Komputer dan Proyektor ke SMAN 2 Palu
Kasat Binmas Polres Minahasa Berikan Edukasi Bahaya Narkoba Kepada Siswa Baru SMA Negeri 1 Tondano
SMKS Kristen 2 Tomohon Sambut Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027, Novrie Sumampouw Apresiasi Antusiasme Orang Tua Murid
PMI Sulut Perkuat SDM Relawan Lewat Rapat Koordinasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:36

Gubernur Sulut Dorong Revitalisasi BLK Bitung untuk Cetak SDM Siap Kerja

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:55

PMI Sulut Fokus Benahi Organisasi, Layanan Donor Darah dan Penanggulangan Bencana pada 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:13

Kakanwil Ditjen PAS Sulut Lantik Lima Pejabat Fungsional, Perkuat Pelayanan Pemasyarakatan

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:04

Kakanwil Ditjen PAS Sulut Temui Kajati Jacob Pattipeilohy, Bahas Penguatan Sistem Peradilan Terpadu

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:06

PLN UP3 Palu Dukung Digitalisasi Pendidikan, Serahkan Komputer dan Proyektor ke SMAN 2 Palu

Berita Terbaru