Diduga Bermasalah, Maariwuth Minta Kejati Sulut Usut Pembangunan Prasarana Pantai Tambioe Beo Berbandrol 21,8 M

Rabu, 8 Mei 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga bermasalah Pekerjaan Kontruksi Proyek Pembangunan Prasarana Pantai Tambioe Beo jauh dari harapan masyarakat dengan menelan anggatan sebesar Rp. 21.849.000.000, menggunakan APBD tahun 2015, ujar Ryan Maariwuth

Diduga bermasalah Pekerjaan Kontruksi Proyek Pembangunan Prasarana Pantai Tambioe Beo jauh dari harapan masyarakat dengan menelan anggatan sebesar Rp. 21.849.000.000, menggunakan APBD tahun 2015, ujar Ryan Maariwuth

Pilarportal.com — Talaud – Pekerjaan Kontruksi Proyek Pembangunan Prasarana Pantai Tambioe Beo jauh dari harapan masyarakat dengan menelan anggatan sebesar Rp. 21.849.000.000, menggunakan APBD tahun 2015.

Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia DPC Talaud, Ryan Maariwuth meminta kepada Aparat Penegak Hukum harus melakukan penyelidikan terkait dugaan atau diduga kuat ada penyalagunaan anggaran dalam pembangunan di Pantai Tambioe tersebut.

Pekerjaan Kontruksi Proyek Pembangunan Prasarana Pantai Tambioe Beo jauh dari harapan masyarakat dengan menelan anggatan sebesar Rp. 21.849.000.000, menggunakan APBD tahun 2015.
Diduga Pekerjaan Kontruksi Proyek Pembangunan Prasarana Pantai Tambioe Beo jauh dari harapan masyarakat dengan menelan anggatan sebesar Rp. 21.849.000.000, menggunakan APBD tahun 2015.

“Masalahnya sampai detik ini pembangunan proyek tersebut masi bermasalah dengan tanah bahkan anggaran sebesar itu hasilnya hanya seperti demikian,” terang  Ryan di salah-satu Rumah Kopi di Manado, Rabu (8/5/2024).

Menurutnya, selain itu sangat kami sayangkan anggaran begitu besar dengan menggunakan uang negara berbandrol Rp. 21.849.000.000, di duga pekerjaan baru 60 % di paksaan pencairan 100 %.

Maariwuth meminta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, agar melakukan pemeriksaan khusus dengan memperhatikan Nota perubahan APBD 2015. Setelah dikerjakan habis waktu tapi belum selesai pekerjaan sehinnga kecurigaan kami tidam melakukan denda keterlambatan dari pekerjaan tersebut.

“Saya berharap Kejati Sulut melakukan pemeriksaan khusus, karena anggaran sangat besar,” tandasnya.(tim)

BACA JUGA  Diduga Ada Mafia di Seleksi P3K Pemkab Talaud, Adv Ryan Maariwuth Minta Polda Sulut Turun Tangan

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pelanggaran Imigrasi Masuk Tahap Lanjut, Dua Nelayan Filipina Diserahkan ke Kejari Minut
Polda Sulut Bongkar Peredaran Liquid Sintetis Mengandung Pinaca di Manado
Polresta Manado Ungkap Dua Kasus Narkoba, Sita 1.450 Butir Trihexyphenidyl
Kuntua Desa Borgo Temmy Rompas Tempuh Jalur Hukum, Persoalan Unggahan Facebook Jadi Sorotan
Polres Sitaro Ungkap Dugaan Peredaran Sabu dari Palu
Rutan Kotamobagu dan Bapas Manado Asesmen WBP untuk Rehabilitasi
Kejanggalan Tanda Tangan dan Tanggal BAP, Usai Sidang Titaribka Tambahani Laporkan Dugaan Pemalsuan BAP
Polda Sulut Bongkar Love Scamming, Korban Rugi Rp850 Juta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:05

Kasus Dugaan Pelanggaran Imigrasi Masuk Tahap Lanjut, Dua Nelayan Filipina Diserahkan ke Kejari Minut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:46

Polda Sulut Bongkar Peredaran Liquid Sintetis Mengandung Pinaca di Manado

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:17

Polresta Manado Ungkap Dua Kasus Narkoba, Sita 1.450 Butir Trihexyphenidyl

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:31

Kuntua Desa Borgo Temmy Rompas Tempuh Jalur Hukum, Persoalan Unggahan Facebook Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:33

Polres Sitaro Ungkap Dugaan Peredaran Sabu dari Palu

Berita Terbaru

Click to listen highlighted text!