Semua Berkontribusi di KTT ke-43 ASEAN

Senin, 11 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prajurit TNI berjaga dengan latar belakang pertunjukan video mapping saat Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN 2023 di Senayan, Jakarta, Rabu (6/9/2023). - (Media Center KTT ASEAN 2023)

Prajurit TNI berjaga dengan latar belakang pertunjukan video mapping saat Gala Dinner KTT ke-43 ASEAN 2023 di Senayan, Jakarta, Rabu (6/9/2023). - (Media Center KTT ASEAN 2023)

Pilarportal.com – JakartaKTT ke-43 ASEAN yang baru lalu meninggalkan beragam cerita, selain kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah.

Gala dinner yang diselenggarakan untuk tamu negara di KTT ke-43 ASEAN menjadi perbincangan.

Selain karena penampilan para penyanyi ternama dari Indonesia dan pertunjukan budaya yang memukau, juga karena latar belakang panggung menggunakan teknik video mapping yang ditembakkan ke gedung-gedung pencakar langit ibu kota.

Latar yang megah dan mengagumkan itu sungguh menyempurnakan acara makan malam.

Untuk mengubah dua gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) atau IDX Tower dan dua bangunan Mandiri Tower menjadi semacam layar raksasa, diperlukan perlakuan khusus pada jendela gedung.

Bangunan ditutup semacam lapisan yang membuat kaca menjadi lebih gelap. Akibatnya, penghuni gedung jadi tidak leluasa melihat ke luar.

“Kami juga tidak boleh menyalakan lampu, pada hari acara itu,” kata Andjarsari, yang berkantor di Mandiri Tower. Menurutnya, kaca gelap itu sudah dipasang sekitar seminggu sebelum perhelatan.

“Jadinya, suasana seperti mendung terus-terusan.” Untungnya, acara sukses dan menuai pujian dari yang hadir. “Ya sudah, hitung-hitung pengorbanan kami untuk mengharumkan nama negara, ya,” katanya sambil tertawa.

Di sisi lain, dampak positif KTT dirasakan oleh para pengusaha hotel di Jakarta. Hadirnya tamu negara yang dibarengi dengan antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan KTT membuat tingkat hunian hotel-hotel, terutama di sekitar Senayan, mencapai puncak. Semua terjual habis.

“Iya, seminggu ini kamar kami penuh semua. Bahkan untuk permintaan extra bed pun, sudah tidak bisa,” kata salah satu resepsionis yang hotelnya termasuk hotel resmi. Banyaknya tamu konferensi yang menginap di sana menjadikan hotel itu salah satu halte shuttle bus.

Sayangnya, keberuntungan serupa tidak dialami oleh pemilik usaha kebugaran. Salah satu pengurus jaringan gerai olahraga dan kebugaran yang punya beberapa outlet di sepanjang Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, dan Jalan Gatot Subroto mengaku dirinya harus menggenjot penjualan lewat telepon karena hanya sedikit anggota baru yang mendaftar di minggu konferensi.

Namun ia pun memahami bahwa kondisi ini hanya sementara. “Apalagi memang ini berhubungan dengan keperluan negara. Kami tidak punya pilihan,” katanya.

Memahami pengaruh KTT pada aktivitas masyarakat, Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta sejak jauh hari sudah mengeluarkan imbauan untuk membatasi kegiatan di pusat kota. Di minggu pelaksanaan konferensi, lalu lintas di tengah kota Jakarta pasti terimbas lalu lalang rombongan tamu negara.

Hal itu sudah diantisipasi Agnes Aninditya, CEO Hepi Inc. Lokasi kantornya yang di sekitar tempat konferensi sangat rawan terkena macet.

Lagi pula, beberapa karyawan yang kebanyakan tinggal jauh dari kantor pasti akan kesulitan mencapai tempat kerja.

“Jadi ya sudah, saya ikuti imbauan Pemda DKI untuk work from home. Kami atur ulang jadwal meeting, atau jadi meeting online,” katanya. “Toh, semua untuk negara, untuk kepentingan yang lebih besar.”

Sikap yang sama diambil Nayla, pegawai bank yang kantornya di kawasan Senayan. “Saat tahu ada KTT, saya segera ajukan block leave. Jadi saya bisa mudik ke Solo. Aman, tidak kena imbas macet,” katanya.

Cahyo, yang berkantor di kawasan SCBD, justru merasa senang karena kantornya memberlakukan jam pulang lebih cepat.

“Kalau sering begini, senang hati saya,” katanya tertawa-tawa. Namun ia menyarankan agar pemerintah daerah bisa lebih tegas memaksa perusahaan untuk membiarkan karyawan work from home.

“Karena untuk karyawan yang harus commuting, terus terang seminggu ini jadi lebih sulit,” katanya. “Okelah, memang ini untuk mendukung pemerintah.

Masyarakat Indonesia boleh bangga karena pemerintah RI sudah sukses melaksanakan KTT ke-43 ASEAN. Bagi yang tinggal di DKI Jakarta rasa bangga bisa semakin besar, karena sudah berkontribusi, sekecil apa pun, dan dengan cara apa pun, untuk ikut mensukseskan perhelatan internasional tersebut. (*)

***

Berita Terkait

Operasi Senyap Bareskrim Berhasil! 23 Ton Komoditas Ilegal Diamankan di Pontianak
Ringan Sama Dijinjing! Pesan Menyentuh di Halal Bihalal Keluarga Besar Rajawali Baru
Ramdhani Sabet Change Maker Awards 2026, Solusi Stateless Jadi Kunci
Bareskrim Polri Sikat Sindikat Phishing Global, Dua Otak Kejahatan Ditangkap di Kupang
BPJS Kesehatan Luncurkan Quick Wins 100 Hari, Layanan PANDAWA Kini Bisa Diakses 24 Jam
Polri Bongkar Penyelundupan 47 Ribu Benih Lobster di Banten, 5 Tersangka Diamankan
Polres Sigi Matangkan Pengamanan Paskah Nasional 2026, Tekankan Sinergi Lintas Sektor
Bupati Mohamad Rizal Intjenae: Sigi Siap Jadi Tuan Rumah Paskah Nasional 2026

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:35

Operasi Senyap Bareskrim Berhasil! 23 Ton Komoditas Ilegal Diamankan di Pontianak

Minggu, 19 April 2026 - 17:22

Ringan Sama Dijinjing! Pesan Menyentuh di Halal Bihalal Keluarga Besar Rajawali Baru

Minggu, 19 April 2026 - 12:44

Ramdhani Sabet Change Maker Awards 2026, Solusi Stateless Jadi Kunci

Kamis, 16 April 2026 - 22:17

Bareskrim Polri Sikat Sindikat Phishing Global, Dua Otak Kejahatan Ditangkap di Kupang

Rabu, 15 April 2026 - 22:15

BPJS Kesehatan Luncurkan Quick Wins 100 Hari, Layanan PANDAWA Kini Bisa Diakses 24 Jam

Berita Terbaru