Cadangan Beras RI Tembus 5,3 Juta Ton, Bapanas Sebut Tertinggi Sepanjang Sejarah

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:49 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5,3 juta ton menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global dan tekanan inflasi pangan dunia.

Jakarta, Pilarportal.com Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5,3 juta ton menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global dan tekanan inflasi pangan dunia.

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas, Yudhi Harsatriadi Sandyatma, mengatakan jumlah cadangan beras yang dikelola Perum Bulog tersebut merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah dan mencerminkan semakin kuatnya ketahanan pangan Indonesia.

Menurut Yudhi, ketersediaan stok beras yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi gejolak harga pangan di dalam negeri. Hingga saat ini, stok beras pemerintah tercatat mencapai 5,33 juta ton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bapanas menilai ketersediaan dan keterjangkauan pangan merupakan dua pilar utama dalam pengendalian inflasi pangan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat berbagai instrumen stabilisasi melalui penguatan stok nasional dan pengawasan distribusi pangan.

Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan Tahun 2026.

Satgas ini melibatkan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum guna memastikan kepatuhan terhadap Harga Acuan Pemerintah (HAP), Harga Eceran Tertinggi (HET), mutu, dan keamanan pangan.

Selain pengawasan, pemerintah juga terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Hingga 8 Juni 2026, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 5.237 kali di 36 provinsi dan 377 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menegaskan bahwa berbagai program pengendalian inflasi pangan tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga saat ini, tetapi juga memperkuat sistem pangan nasional agar lebih tangguh menghadapi perubahan iklim, tantangan global, dan peningkatan kebutuhan menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Berita Terkait

Presiden Prabowo Percepat Revitalisasi 71 Ribu Sekolah dan Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Energi Alternatif, Harga BBM Subsidi Tetap
Presiden Prabowo di Munas HIPMI: Nasionalisme Kunci Kemajuan Ekonomi Bangsa
Delapan Dubes Negara Sahabat Serahkan Surat Kepercayaan kepada Prabowo
Prabowo Lantik Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Baru
Prabowo Tunjuk Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Jaksa Agung Buka Musrenbang 2026, Transformasi Digital Jadi Fokus Kejaksaan Menuju Indonesia Emas
Presiden Prabowo Tegaskan Tak Ada Toleransi Korupsi di Program MBG

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:34 WITA

Presiden Prabowo Percepat Revitalisasi 71 Ribu Sekolah dan Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:26 WITA

Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Energi Alternatif, Harga BBM Subsidi Tetap

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:46 WITA

Presiden Prabowo di Munas HIPMI: Nasionalisme Kunci Kemajuan Ekonomi Bangsa

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:06 WITA

Delapan Dubes Negara Sahabat Serahkan Surat Kepercayaan kepada Prabowo

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:38 WITA

Prabowo Lantik Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Baru

Berita Terbaru

Polri

Bali Jadi Tuan Rumah Konferensi Polwan Dunia IAWP 2026

Jumat, 12 Jun 2026 - 07:06 WITA

Hukum

BNN Amankan 10 WNI Positif Narkoba Sepulang dari Thailand

Jumat, 12 Jun 2026 - 06:58 WITA

Exit mobile version