JK Temui Prabowo, Bahas Percepatan Energi Bersih dan Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla didampingi Solihin Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla didampingi Solihin Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Jakarta, Pilarportal.comPresiden Prabowo Subianto menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan ketahanan energi nasional melalui percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi bersih untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Jusuf Kalla mengatakan kebutuhan energi nasional akan terus meningkat seiring target pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan mencapai 8 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, pengembangan infrastruktur energi menjadi salah satu prioritas untuk memastikan pasokan listrik tetap terjaga bagi sektor industri dan masyarakat.

Menurut JK, pihaknya siap melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 2.000 megawatt, setelah sebelumnya berhasil membangun PLTA berkapasitas 1.500 megawatt.

Selain itu, pengembangan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) juga menjadi bagian dari rencana penguatan energi nasional.

Ia menegaskan bahwa energi merupakan faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Tanpa ketersediaan energi yang memadai, target pembangunan dan peningkatan ekonomi nasional akan sulit dicapai.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo disebut mendukung percepatan pembangunan energi hijau sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada energi sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional di masa depan.

BACA JUGA  Presiden Prabowo: Penambahan Alutsista Jadi Tonggak Penguatan Pertahanan Indonesia

JK mengungkapkan, proyek pengembangan energi tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun.

Saat ini desain proyek dan lokasi pembangunan telah tersedia sehingga tahap berikutnya akan difokuskan pada pembahasan teknis untuk mempercepat realisasi investasi.

Selain membahas sektor energi, Presiden Prabowo dan Jusuf Kalla juga bertukar pandangan mengenai sejumlah isu internasional, termasuk perkembangan situasi perdamaian di Thailand Selatan serta dinamika kawasan Pakistan dan Afghanistan.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Sumber Berita: BPMI Setpres

Berita Terkait

Presiden Prabowo Percepat Revitalisasi 71 Ribu Sekolah dan Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Energi Alternatif, Harga BBM Subsidi Tetap
Cadangan Beras RI Tembus 5,3 Juta Ton, Bapanas Sebut Tertinggi Sepanjang Sejarah
Presiden Prabowo di Munas HIPMI: Nasionalisme Kunci Kemajuan Ekonomi Bangsa
Delapan Dubes Negara Sahabat Serahkan Surat Kepercayaan kepada Prabowo
Prabowo Lantik Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Baru
Prabowo Tunjuk Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Jaksa Agung Buka Musrenbang 2026, Transformasi Digital Jadi Fokus Kejaksaan Menuju Indonesia Emas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:58 WITA

JK Temui Prabowo, Bahas Percepatan Energi Bersih dan Ketahanan Energi Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:34 WITA

Presiden Prabowo Percepat Revitalisasi 71 Ribu Sekolah dan Bangun Sekolah Nasional Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:26 WITA

Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Energi Alternatif, Harga BBM Subsidi Tetap

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:49 WITA

Cadangan Beras RI Tembus 5,3 Juta Ton, Bapanas Sebut Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:46 WITA

Presiden Prabowo di Munas HIPMI: Nasionalisme Kunci Kemajuan Ekonomi Bangsa

Berita Terbaru