JAKARTA, Pilarportal.com — Studi terbaru menemukan keberadaan mikroplastik dalam sampel paru-paru manusia, dengan jumlah yang lebih tinggi pada pasien kanker paru-paru.
Penelitian tersebut melibatkan 100 orang yang menjalani bronkoskopi di Rumah Sakit Universitas Larissa, Thessaly, Yunani.
Hasil penelitian akan dipresentasikan dalam Kongres European Respiratory Society di Barcelona, Spanyol.
Penelitian ini dipimpin Ilias Dimeas dari University College Dublin School of Medicine, Irlandia, bersama peneliti dari University of Thessaly, Yunani.
Mikroplastik Ditemukan pada 70 Persen Pasien
Dari 100 peserta penelitian, sebanyak 50 orang didiagnosis menderita kanker paru-paru.
Sementara 50 peserta lainnya tidak memiliki diagnosis kanker paru-paru.
Peneliti mengidentifikasi sebanyak 232 partikel mikroplastik dari seluruh sampel yang diperiksa.
Secara keseluruhan, mikroplastik terdeteksi pada setidaknya satu sampel dari sekitar 70 persen peserta.
Namun, jumlah mikroplastik ditemukan lebih tinggi pada kelompok pasien kanker paru-paru.
Perbedaan Ditemukan pada Sampel Paru-paru
Peneliti mengambil sampel jaringan paru-paru dan bilasan paru-paru dari peserta penelitian.
Pada sampel bilasan paru-paru, mikroplastik ditemukan pada 66 persen pasien kanker.
Sementara pada peserta tanpa kanker paru-paru, mikroplastik ditemukan pada 46 persen sampel.
Peneliti juga menemukan kandungan mikroplastik lebih banyak pada sampel bilasan dibandingkan jaringan paru-paru dari pasien yang sama.
Sampel bilasan menggambarkan partikel yang berada di ruang udara paru-paru.
Sedangkan sampel jaringan menunjukkan partikel yang telah berada di dalam jaringan paru-paru.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa mikroplastik tidak tersebar secara merata di seluruh bagian paru-paru.
Polipropilen dan Polietilen Dominan
Jenis mikroplastik yang ditemukan antara lain polipropilen dan polietilen.
Kedua jenis plastik tersebut banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaannya mencakup kemasan, produk rumah tangga hingga berbagai bahan tekstil.
Ilias Dimeas mengatakan keberadaan mikroplastik di lingkungan menjadi persoalan yang semakin perlu diteliti.
“Mikroplastik telah menjadi bagian yang tak terhindarkan dari lingkungan kita, tetapi kita masih sangat sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah mikroplastik masuk ke tubuh manusia,” ujar Dimeas.
Menurutnya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana partikel tersebut berada di paru-paru.
Peneliti juga ingin memahami apakah mikroplastik dapat memengaruhi proses biologis tertentu di dalam tubuh.
Belum Membuktikan Penyebab Kanker
Dimeas menegaskan penelitian tersebut belum membuktikan bahwa mikroplastik menyebabkan kanker paru-paru.
Studi hanya menemukan bahwa mikroplastik lebih sering dan dalam jumlah lebih besar pada pasien kanker paru-paru.
Temuan tersebut menjadi dasar untuk penelitian berikutnya mengenai kemungkinan hubungan mikroplastik dengan peradangan dan proses biologis lainnya.
“Yang ditunjukkan adalah mikroplastik ditemukan lebih sering dan dalam jumlah yang lebih besar pada pasien kanker paru-paru,” tuturnya.
Karena itu, hasil penelitian tidak dapat langsung diartikan sebagai bukti hubungan sebab-akibat antara mikroplastik dan kanker paru-paru.
Mikroplastik Bisa Terhirup
Salah satu perhatian peneliti adalah kemungkinan mikroplastik masuk ke tubuh melalui udara yang dihirup.
Jika partikel tersebut terus terpapar setiap hari, peneliti menilai penting untuk mengetahui ke mana partikel itu berakhir setelah masuk ke saluran pernapasan.
“Kita perlu memahami ke mana partikel-partikel itu berakhir dan apakah partikel-partikel itu dapat dikaitkan dengan penyakit,” jelas Dimeas.
Ia juga menilai pengurangan polusi plastik berpotensi memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan.
Langkah tersebut juga berpotensi penting bagi kesehatan manusia, meski hubungan langsungnya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Kanker Paru-paru Masih Jadi Masalah Global
Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker dengan beban penyakit terbesar di dunia.
Menurut data yang dikutip dalam penelitian, sekitar 2,5 juta kasus kanker paru-paru terjadi setiap tahun.
Penyakit tersebut juga menyebabkan sekitar 1,8 juta kematian setiap tahunnya.
Merokok masih menjadi salah satu faktor risiko utama kanker paru-paru.
Selain itu, polusi udara juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit tersebut.
Temuan mengenai mikroplastik kini membuka pertanyaan baru mengenai dampak paparan partikel plastik terhadap kesehatan sistem pernapasan.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM
Sumber Berita: https://tribratanews.polri.go.id/

























Komentar