Studi Ungkap Mikroplastik Lebih Banyak di Paru-paru Pasien Kanker

Sabtu, 12 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Studi terbaru menemukan keberadaan mikroplastik dalam sampel paru-paru manusia, dengan jumlah yang lebih tinggi pada pasien kanker paru-paru.

Studi terbaru menemukan keberadaan mikroplastik dalam sampel paru-paru manusia, dengan jumlah yang lebih tinggi pada pasien kanker paru-paru.

JAKARTA, Pilarportal.com — Studi terbaru menemukan keberadaan mikroplastik dalam sampel paru-paru manusia, dengan jumlah yang lebih tinggi pada pasien kanker paru-paru.

Penelitian tersebut melibatkan 100 orang yang menjalani bronkoskopi di Rumah Sakit Universitas Larissa, Thessaly, Yunani.

Hasil penelitian akan dipresentasikan dalam Kongres European Respiratory Society di Barcelona, Spanyol.

Penelitian ini dipimpin Ilias Dimeas dari University College Dublin School of Medicine, Irlandia, bersama peneliti dari University of Thessaly, Yunani.

Mikroplastik Ditemukan pada 70 Persen Pasien

Dari 100 peserta penelitian, sebanyak 50 orang didiagnosis menderita kanker paru-paru.

Sementara 50 peserta lainnya tidak memiliki diagnosis kanker paru-paru.

Peneliti mengidentifikasi sebanyak 232 partikel mikroplastik dari seluruh sampel yang diperiksa.

Secara keseluruhan, mikroplastik terdeteksi pada setidaknya satu sampel dari sekitar 70 persen peserta.

Namun, jumlah mikroplastik ditemukan lebih tinggi pada kelompok pasien kanker paru-paru.

Perbedaan Ditemukan pada Sampel Paru-paru

Peneliti mengambil sampel jaringan paru-paru dan bilasan paru-paru dari peserta penelitian.

Pada sampel bilasan paru-paru, mikroplastik ditemukan pada 66 persen pasien kanker.

Sementara pada peserta tanpa kanker paru-paru, mikroplastik ditemukan pada 46 persen sampel.

Peneliti juga menemukan kandungan mikroplastik lebih banyak pada sampel bilasan dibandingkan jaringan paru-paru dari pasien yang sama.

Sampel bilasan menggambarkan partikel yang berada di ruang udara paru-paru.

Sedangkan sampel jaringan menunjukkan partikel yang telah berada di dalam jaringan paru-paru.

Temuan tersebut mengindikasikan bahwa mikroplastik tidak tersebar secara merata di seluruh bagian paru-paru.

Polipropilen dan Polietilen Dominan

Jenis mikroplastik yang ditemukan antara lain polipropilen dan polietilen.

Kedua jenis plastik tersebut banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaannya mencakup kemasan, produk rumah tangga hingga berbagai bahan tekstil.

Ilias Dimeas mengatakan keberadaan mikroplastik di lingkungan menjadi persoalan yang semakin perlu diteliti.

“Mikroplastik telah menjadi bagian yang tak terhindarkan dari lingkungan kita, tetapi kita masih sangat sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah mikroplastik masuk ke tubuh manusia,” ujar Dimeas.

Menurutnya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana partikel tersebut berada di paru-paru.

Peneliti juga ingin memahami apakah mikroplastik dapat memengaruhi proses biologis tertentu di dalam tubuh.

Belum Membuktikan Penyebab Kanker

Dimeas menegaskan penelitian tersebut belum membuktikan bahwa mikroplastik menyebabkan kanker paru-paru.

Studi hanya menemukan bahwa mikroplastik lebih sering dan dalam jumlah lebih besar pada pasien kanker paru-paru.

Temuan tersebut menjadi dasar untuk penelitian berikutnya mengenai kemungkinan hubungan mikroplastik dengan peradangan dan proses biologis lainnya.

“Yang ditunjukkan adalah mikroplastik ditemukan lebih sering dan dalam jumlah yang lebih besar pada pasien kanker paru-paru,” tuturnya.

Karena itu, hasil penelitian tidak dapat langsung diartikan sebagai bukti hubungan sebab-akibat antara mikroplastik dan kanker paru-paru.

Mikroplastik Bisa Terhirup

Salah satu perhatian peneliti adalah kemungkinan mikroplastik masuk ke tubuh melalui udara yang dihirup.

Jika partikel tersebut terus terpapar setiap hari, peneliti menilai penting untuk mengetahui ke mana partikel itu berakhir setelah masuk ke saluran pernapasan.

“Kita perlu memahami ke mana partikel-partikel itu berakhir dan apakah partikel-partikel itu dapat dikaitkan dengan penyakit,” jelas Dimeas.

Ia juga menilai pengurangan polusi plastik berpotensi memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan.

Langkah tersebut juga berpotensi penting bagi kesehatan manusia, meski hubungan langsungnya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Kanker Paru-paru Masih Jadi Masalah Global

Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker dengan beban penyakit terbesar di dunia.

Menurut data yang dikutip dalam penelitian, sekitar 2,5 juta kasus kanker paru-paru terjadi setiap tahun.

Penyakit tersebut juga menyebabkan sekitar 1,8 juta kematian setiap tahunnya.

Merokok masih menjadi salah satu faktor risiko utama kanker paru-paru.

Selain itu, polusi udara juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit tersebut.

Temuan mengenai mikroplastik kini membuka pertanyaan baru mengenai dampak paparan partikel plastik terhadap kesehatan sistem pernapasan.

Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)

Editor : YUDI HM

Sumber Berita: https://tribratanews.polri.go.id/

Berita Terkait

Paha Besar Disebut Bikin Panjang Umur? Ini Penjelasan Ahli
4 Daun yang Sering Dipakai untuk Bantu Redakan Demam Anak
6 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, Umbi Lokal yang Kaya Nutrisi
Sering Scrolling HP Sebelum Tidur? Ini yang Terjadi pada Otak
Usus Buntu Bisa Berbahaya, Kenali Gejala dan Risiko Jika Terlambat Ditangani
RS Bhayangkara Manado Tambah 28 Kamar, Target Naik ke Tingkat II
Kaki Bengkak Tak Kunjung Hilang? Kenali Tanda yang Bisa Berkaitan dengan Ginjal
Bubur Singkong Punya 4 Manfaat, Tapi Cara Mengolahnya Tak Boleh Sembarangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:10

Studi Ungkap Mikroplastik Lebih Banyak di Paru-paru Pasien Kanker

Rabu, 9 September 2026 - 06:20

Paha Besar Disebut Bikin Panjang Umur? Ini Penjelasan Ahli

Jumat, 4 September 2026 - 08:15

4 Daun yang Sering Dipakai untuk Bantu Redakan Demam Anak

Kamis, 3 September 2026 - 09:27

6 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, Umbi Lokal yang Kaya Nutrisi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:20

Sering Scrolling HP Sebelum Tidur? Ini yang Terjadi pada Otak

Berita Terbaru