PLN Manfaatkan Limbah Operasional Kantor Bank Indonesia di NTT Jadi Bahan Co-firing PLTU Bolok

Jumat, 13 September 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

PLN (Persero) menjalin kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam pemanfaatan limbah operasional BI sebagai bahan baku co-firing untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pilarportal.com — Jakarta – PLN (Persero) menjalin kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam pemanfaatan limbah operasional BI sebagai bahan baku co-firing untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kolaborasi ini bertujuan mendukung program transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.

Langkah awal kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Pelaksanaan Pilot Project antara PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT dengan Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT di PLTU Bolok, Kupang pada Kamis (29/8).

Limbah operasional BI yang sebelumnya dihancurkan dan dibuang di tempat pembuangan akhir, kini dapat diolah menjadi bahan campuran pengganti batu bara.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan PLN terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mencapai net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.

Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia ini, program co-firing tidak hanya berhasil mengurangi emisi karbon, tetapi juga menjadi solusi permasalahan limbah.

“Inovasi terus kami lakukan sebagai langkah menuju target net zero emissions pada tahun 2060. Selain mengurangi emisi karbon, program Waste to Energy ini hadir menjadi solusi dalam pengolahan limbah menjadi lebih bermanfaat,” ujar Darmawan.

General Manager PLN UIW NTT, Ajrun Karim, mengungkapkan, penggunaan co-firing untuk PLTU ini juga adalah bagian dari strategi PLN untuk meningkatkan bauran energi terbarukan.

“Hingga Juli 2024, PLN NTT telah berhasil mencampurkan 2.872,07 ton biomassa yang setara dengan 1,43% dalam bauran energi dan berhasil menurunkan emisi CO2 sebesar 3.331 ton,” ungkap Ajrun.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati menjelaskan, sinergi BI bersama PLN ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon. Dalam kolaborasi ini, BI siap memasok kebutuhan biomassa bagi PLN hingga Juli 2025.

“Kerja sama ini kita laksanakan untuk bagaimana memanfaatkan limbah operasional menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat untuk masyarakat.

Daripada dibuang begitu saja, maka kita sudah menemukan suatu bentuk baru bagaimana pemanfaatan limbah operasional ini menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ungkap Agus.

Berita Terkait

PLN UP3 Palu Pastikan Listrik Aman Saat Giat Hari Cinta Laut
PLN Nyalakan 52 Rumah Warga Sigi, Listrik Gratis 900 VA
PLTS 100 GWp Didorong, PLN Bidik Energi Bersih dan Lapangan Kerja
Harpelnas 2026, PLN ULP Siau Sambung Listrik 82.500 VA untuk Dukung Dunia Usaha
Whiz Prime Megamas Manado Tawarkan Paket Ulang Tahun dan Swim & Snack
Aquaponik dan Aerator Diterapkan di Desa Tinggimae, Tim CARA’DE Dorong Budidaya Berkelanjutan
PLN Kembangkan Wisata Karampuana Donggala, Dorong Ekonomi dan UMKM Desa Towale
PLN Resmikan SPKLU Fast Charging 90 kW di Palu, Ekosistem EV Makin Siap

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:58

PLN UP3 Palu Pastikan Listrik Aman Saat Giat Hari Cinta Laut

Jumat, 4 September 2026 - 20:44

PLN Nyalakan 52 Rumah Warga Sigi, Listrik Gratis 900 VA

Kamis, 3 September 2026 - 21:27

Harpelnas 2026, PLN ULP Siau Sambung Listrik 82.500 VA untuk Dukung Dunia Usaha

Selasa, 1 September 2026 - 04:15

Whiz Prime Megamas Manado Tawarkan Paket Ulang Tahun dan Swim & Snack

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:55

Aquaponik dan Aerator Diterapkan di Desa Tinggimae, Tim CARA’DE Dorong Budidaya Berkelanjutan

Berita Terbaru

Exit mobile version