Dari Terisolasi ke Terhubung, Pangdam Mirza Resmikan Jembatan Penggerak Ekonomi Sangihe

Selasa, 14 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pangdam XIII/Merdeka, Mirza Agus, meresmikan Jembatan Perintis Garuda TNI AD pertama di Sulawesi Utara

SANGIHE, Pilarportal.com – 14 April 2026 – Di Kampung Beha, sebuah wilayah kecil di Kecamatan Tabukan Utara, hari itu terasa berbeda.

Tak ada lagi cerita panjang tentang jalan memutar, tentang waktu yang terbuang hanya untuk menyeberang. Sebuah jembatan kini berdiri—kokoh, sederhana, namun penuh makna.

Di bawah langit kepulauan yang terbentang luas, Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, meresmikan Jembatan Perintis Garuda TNI AD pertama di Sulawesi Utara. Namun bagi warga, ini bukan sekadar peresmian. Ini adalah titik balik.

Dulu, akses antarwilayah di Kampung Beha seringkali menjadi tantangan. Aktivitas ekonomi terhambat, perjalanan anak-anak ke sekolah tidak selalu mudah, dan distribusi hasil kebun membutuhkan waktu lebih lama dari yang seharusnya.

Kini, jembatan itu menjadi penghubung harapan.

Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan bahwa pembangunan ini bukan hanya proyek fisik. Ia adalah wujud kepedulian—bahwa negara hadir hingga ke pelosok, hingga ke wilayah yang berbatasan langsung dengan garis terluar Indonesia.

“Jembatan ini adalah bukti nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah untuk masyarakat,” ujar Mirza Agus dengan nada yang tegas, namun penuh makna.

Program pembangunan ini juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur hingga ke daerah perbatasan dan kepulauan—wilayah yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses.

Bagi warga Beha, jembatan ini bukan hanya mempersingkat jarak, tetapi juga membuka peluang. Hasil pertanian kini bisa lebih cepat sampai ke pasar. Mobilitas warga menjadi lebih mudah. Bahkan, harapan akan masa depan yang lebih baik terasa semakin nyata.

Di tengah peresmian, kehadiran Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama unsur Forkopimda menjadi simbol bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan kebersamaan—antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Tak banyak kata yang diucapkan warga hari itu. Namun dari tatapan mata dan senyum yang terbit, tergambar rasa syukur yang dalam.

Karena di tempat sejauh ini dari pusat kekuasaan, sebuah jembatan kecil bisa berarti segalanya.

Ia bukan hanya penghubung dua titik.
Ia adalah penghubung antara keterbatasan dan kemungkinan.
Antara masa lalu yang penuh tantangan, dan masa depan yang mulai terbuka.

Dan di Kampung Beha, hari itu, harapan benar-benar menemukan jalannya.

Berita Terkait

PLN UID Suluttenggo Salurkan 215 Paket Sembako untuk Korban Banjir Sangihe, Sekaligus Cek Keandalan Listrik
Dankodaeral VIII Pastikan Refurbishment KRI Pandrong-801 Sesuai Target
Taman Angkatan Laut Bitung Resmi Dibuka, Dorong Wisata dan UMKM
Kasad Terima 514 Perwira Remaja Akmil 2026, Tekankan Integritas dan Kepemimpinan
PLN UP3 Tahuna Pulihkan Listrik Pascabanjir dan Longsor di Sangihe, 94 Persen Pelanggan Kembali Menyala
Kisah Dua Peraih Adhi Makayasa 2026, Calvin dan Yehezkiel Siap Mengabdi untuk Indonesia
Sinergi Posal Kwandang dan Aparat Gabungan Gagalkan Pengiriman Bahan Kimia Berbahaya di Gorut
Kasad Dorong Transformasi Sishankamrata Aktif

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:58

PLN UID Suluttenggo Salurkan 215 Paket Sembako untuk Korban Banjir Sangihe, Sekaligus Cek Keandalan Listrik

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:50

Dankodaeral VIII Pastikan Refurbishment KRI Pandrong-801 Sesuai Target

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:46

Taman Angkatan Laut Bitung Resmi Dibuka, Dorong Wisata dan UMKM

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:45

Kasad Terima 514 Perwira Remaja Akmil 2026, Tekankan Integritas dan Kepemimpinan

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:22

PLN UP3 Tahuna Pulihkan Listrik Pascabanjir dan Longsor di Sangihe, 94 Persen Pelanggan Kembali Menyala

Berita Terbaru

Exit mobile version