Pilarportal.com, ACEH TAMIANG — Sisa-sisa material pascabencana yang sempat melumpuhkan aktivitas di sejumlah titik Kabupaten Aceh Tamiang mulai dibersihkan.
Tidak sekadar menunggu bantuan, puluhan Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) turun langsung mengambil peran sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan untuk memulihkan fasilitas publik yang vital, mulai dari lingkungan lembaga pemasyarakatan hingga sekolah dasar.
Sebelum menyisir lokasi terdampak, para taruna mengikuti apel kesiapan dengan pengawasan ketat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan personel, mengingat medan pascabencana masih menyimpan berbagai potensi risiko.
Dalam arahan tersebut, ditekankan pentingnya disiplin dan koordinasi agar pekerjaan berjalan efektif, mengingat cakupan area yang harus dibenahi cukup luas.
Tiga Titik Fokus Pembersihan
Misi pembersihan dipusatkan pada tiga area strategis yang memiliki tingkat urgensi tinggi bagi masyarakat dan instansi terkait.
Pertama, Lapas Kelas IIB Kuala Simpang. Fokus utama diarahkan pada pembersihan sanitasi blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta sterilisasi klinik kesehatan.
Upaya ini dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana di lingkungan yang padat penghuni.
Selain itu, para taruna juga membantu membenahi rumah dinas pegawai lapas agar aktivitas organisasi Kementerian Hukum dan HAM di wilayah tersebut dapat segera kembali berjalan normal.
Kedua dan ketiga, perhatian juga diberikan pada fasilitas pendidikan dasar. Saluran air yang tersumbat, halaman sekolah yang tertutup lumpur, serta area belajar yang terdampak dibersihkan secara gotong royong.
Langkah ini bertujuan agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung dengan aman dan nyaman bagi para siswa.
Latihan Empati bagi Calon Pelayan Publik
Kehadiran Taruna Poltekpin di tengah masyarakat Aceh Tamiang tidak semata-mata soal kerja fisik membersihkan lumpur atau mengangkut material.
Aksi kemanusiaan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter dan penanaman nilai empati bagi calon pelayan publik.
“Ini adalah latihan empati. Kami ingin para taruna tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi saat masyarakat membutuhkan,” ujar salah satu koordinator lapangan di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan, melalui sinergi antara taruna dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan infrastruktur di Aceh Tamiang dapat berlangsung lebih cepat, sehingga aktivitas ekonomi, layanan publik, dan pendidikan warga kembali berdenyut seperti sediakala.























Komentar