Pilarortal.com, Jakarta – Pemerintah telah menetapkan harga token listrik untuk pelanggan prabayar yang berlaku pada 15-21 September 2025.
Pelanggan PLN dapat membeli token listrik dengan nominal yang beragam sesuai kebutuhan, seperti Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000.
Token listrik yang dibeli kemudian dimasukkan ke meteran untuk mendapatkan daya listrik dengan dikonversikan ke dalam satuan kilowatt hour (kWh).
Pengonversian ini saat pelanggan prabayar memasukkan token listrik ke meteran listrik yang terpasang di rumah. Kemudian akan tertera besaran kWh di meteran tersebut.
Sementara perbedaan harga token listrik untuk pelanggan keperluan rumah tangga, bisnis, dan industri, serta daya volt ampere (VA) yang diperoleh.
Rincian tarif listrik PLN
Berikut ini rincian lengkap harga token atau tarif listrik PLN yang berlaku pada 15-21 September 2025:
Tarif listrik pelanggan rumah tangga: Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh
Tarif listrik pelanggan bisnis:
Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh.
Tarif listrik pelanggan industri:
Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh. Tarif listrik keperluan fasilitas pemerintah dan penerangan jalanan umum: Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh.
Tarif listrik keperluan pelayanan sosial:
Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh.
Tarif listrik subsidi pelanggan rumah tangga:
Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh.
Beli token listrik Rp 100.000 dapat berapa kWh?
Pembelian token listrik diketahui juga akan dikenakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah yang ditentukan masing-masing pemerintah setempat.
Misalnya, pelanggan rumah tangga prabayar nonsubsidi berdaya 900 VA yang tinggal di Jakarta membeli token listrik sebesar Rp 100.000. Tarif dasar listrik untuk golongan pelanggan tersebut adalah Rp 1.352 per kWh. Sedangkan PPJ-nya sebesar 2,4 persen dari nominal token listrik yang dibeli.
Dari perhitungan tersebut, pelanggan akan memperoleh listrik sebesar 72,18 kWh apabila membeli Rp 100.000. Penghitungannya sebagai berikut: (Nominal token – PPJ daerah) ÷ tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan (Rp 100.000 – 2,4 persen) ÷ Rp 1.352 = kWh yang didapatkan (Rp 100.000 – Rp 2.400) ÷ Rp 1.352 = kWh yang didapatkan Rp 97.600 ÷ Rp 1.352 = kWh yang didapatkan Rp 97.600 ÷ Rp 1.352 = 72,18 kWh.
sumber: Kompas.com
