Menteri Hukum Luncurkan Legal Policy Hub untuk Integrasi Kebijakan Publik

Senin, 15 September 2025 - 15:51 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pilarportal.com, Jakarta – Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas meluncurkan Forum Komunikasi Kebijakan (FKK): Legal Policy Hub di Graha Pengayoman, Senin (15/9).

Supratman menilai, fragmentasi regulasi, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta ego sektoral masih menjadi hambatan dalam penyusunan kebijakan publik.

“Kerja sama lintas kementerian sangat penting. Selama ini yang membuat kita sulit maju salah satunya adalah ego sektoral. Kemenkum memiliki tugas untuk mengoordinasikan sekaligus mengharmonisasi regulasi yang akan disusun,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, FKK hadir sebagai wadah strategis untuk menyatukan hasil analisis kebijakan dari berbagai sektor, sehingga kebijakan publik dapat dirumuskan secara holistik, berbasis bukti, dan berorientasi hasil.

“Sinergi ini akan melahirkan kebijakan nyata yang dirasakan masyarakat, seperti peningkatan layanan publik, pertumbuhan ekonomi merata, dan stabilitas sosial,” kata Supratman.

Sebagai contoh, ia menyebut penyederhanaan regulasi penyaluran pupuk yang berhasil memangkas 143 aturan dari tingkat pusat hingga daerah.

Langkah ini diyakini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat swasembada.

Sektor pangan sendiri menjadi salah satu fokus utama.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan, industri pengolahan pangan menyumbang sekitar 15 persen dari total industri manufaktur nasional, menyerap lebih dari 5 juta tenaga kerja, serta berkontribusi Rp 853 triliun terhadap PDB tahun 2023 dengan proyeksi pertumbuhan 4,5 persen pada 2024.

Melalui FKK, pemerintah berharap lahir rekomendasi kebijakan dalam bentuk policy brief untuk mendorong modernisasi sektor pangan, memperluas ekspor, memperkuat UMKM, serta memperkokoh ketahanan pangan nasional.

Acara peluncuran diikuti lebih dari 100 peserta dari 50 kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pangan, akademisi, praktisi, hingga organisasi masyarakat sipil, baik luring maupun daring.

Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun ekosistem kebijakan yang lebih integratif.

Berita Terkait

Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur di Jombang, Kenang Peran Besar Presiden Ke-4 RI dalam Reformasi Polri
PT Fortun Berkah Samudra Hormati Proses Hukum, Soroti Nasib Nahkoda dan ABK
Kasus Tambang PT HWR, Mantan Kadis ESDM Sulut dan WNA Jadi Tersangka
Presiden Prabowo Minta Layanan Haji 2027 Ditingkatkan
Presiden Prabowo Sebut Jerman Sumber Inspirasi Inovasi dan Teknologi bagi Indonesia
Boni Hargens Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Kawal Gelombang Demo Juni 2026
Qatar Tegaskan Komitmen Investasi di Indonesia, Prabowo Terima Utusan Emir Qatar
Ratusan Pelajar Meriahkan Penyambutan Presiden Jerman di Istana Merdeka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:36 WITA

Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur di Jombang, Kenang Peran Besar Presiden Ke-4 RI dalam Reformasi Polri

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:22 WITA

PT Fortun Berkah Samudra Hormati Proses Hukum, Soroti Nasib Nahkoda dan ABK

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:53 WITA

Kasus Tambang PT HWR, Mantan Kadis ESDM Sulut dan WNA Jadi Tersangka

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:53 WITA

Presiden Prabowo Minta Layanan Haji 2027 Ditingkatkan

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:35 WITA

Presiden Prabowo Sebut Jerman Sumber Inspirasi Inovasi dan Teknologi bagi Indonesia

Berita Terbaru

Olahraga

Timnas Brasil Kalahkan Haiti 3-0

Minggu, 21 Jun 2026 - 06:06 WITA

Daerah

Minggu, 21 Jun 2026 - 02:26 WITA

Exit mobile version