Menkes Budi : Pemimpin Jangan Banyak Cerita Sedikit Eksekusi

Sabtu, 17 Juni 2023

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin/Istimewa/

Pilarportal.com – JakartaMenteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menekankan kepada peserta pelatihan kepemimpinan Kementerian Kesehatan untuk lebih banyak bekerja daripada wacana.

Untuk itu pihaknya akan membangun ekosistem mekanisme pendidikan tidak hanya difokuskan pada ruang kelas, melainkan juga implementasi langsung di tempat kerja masing masing.

”Jadi pemimpin itu jangan cerita banyak eksekusi dikit. Pemimpin harus menghasilkan sesuatu jangan terlalu banyak omong dan cerita, jadi kerja itu sampai selesai,” ujar Menkes Budi, di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta, Rabu (14/6).

Pemimpin, lanjut Menkes bukan sekedar mendelegasikan pekerjaan kepada bawahannya, namun harus memastikan sendiri bahwa proses pekerjaan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Salah satu tugas sebagai pemimpin adalah pilih anak buah yang terbaik. Pemimpin yang baik tidak mungkin bekerja sendiri, dia harus bisa bekerja dengan orang yang terbaik.

”Jadi mesti rekrut sendiri, pilih orang yang terbaik, tidak boleh didelegasikan,” ungkap Menkes Budi.
Selanjutnya, menjadi pemimpin harus amanah dan berhati baik.

Baik itu bukan artinya lemah, bukan pula yang selalu memberikan yang diinginkan, tapi pemimpin yang benar-benar bekerja dan memiliki tujuan.

Tak hanya itu, Menkes Budi juga memberikan sejumlah pesan penting untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang terbaik. Pertama mengenai pendidikan, ia menyebut ada 3 jenis pendidikan yang ada yakni pendidikan fisik, pendidikan akal, dan pendidikan hati.

Pendidikan fisik adalah pendidikan yang paling dasar dan paling relatif lebih mudah, yaitu belajar bergerak saat kecil, dan berolahraga untuk menjaga kesehatan.

Setingkat lebih tinggi lagi ada pendidikan akal, contohnya belajar matematika, ilmu pengetahuan, ilmu sosial. Pendidikan ini biasa dilakukan di sekolah formal seperti di antaranya SD, SMP, SMA, perguruan tinggi.
Pendidikan yang lebih tinggi di atas pendidikan fisik dan akal adalah pendidikan hati. Hati ini menentukan indah tidak indah, suka tidak suka.

”Pendidikan hati ini diperlukan untuk memahami manusia dan ini tidak dilatih di pendidikan formal,” ucap Menkes Budi.

Ia melanjutkan, pemimpin harus memahami ketiga pendidikan tersebut agar apa yang dipimpinnya mendapatkan kemajuan.

Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II untuk Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Sebanyak 60 orang peserta mengikuti pelatihan baik dari Kementerian Kesehatan maupun Kementerian/Lembaga lain.

Diharapkan peserta menjadi pemimpin strategis yang dapat memobilisasi seluruh potensi pemerintah dan masyarakat, guna meningkatkan daya saing bangsa dan percepatan pembangunan nasional secara adil dan merata.

JPT Pratama memainkan peranan yang sangat menentukan dalam menetapkan kebijakan strategis instansi, memimpin bawahan dan seluruh Pemangku Kepentingan strategis untuk melaksanakan kebijakan tersebut secara efektif dan efisien.

Tugas ini menuntutnya memiliki kemampuan kepemimpinan strategis, yaitu kemampuan dalam merumuskan kebijakan strategis dan kemampuan mempengaruhi pejabat struktural dan fungsional dibawahnya.

Termasuk pemangku kepentingan lintas sektor lainnya untuk melaksanakan kebijakan strategis yang telah ditetapkan.(*)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Dorong Pendidikan Negeri Gratis hingga Perguruan Tinggi
Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan
Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Hadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi
Presiden Prabowo: BRICS Harus Perkuat Suara Global South Tentukan Masa Depan Dunia
Prabowo Terima Dubes AS di Hambalang, Bahas Kerja Sama Strategis
Kapolri Perintahkan Jajaran Siaga Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau
Presiden Prabowo Bertemu Putin di Vladivostok, Bahas Hubungan Strategis Indonesia-Rusia
Presiden Prabowo Minta Laporan Terbaru Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:30

Presiden Prabowo Dorong Pendidikan Negeri Gratis hingga Perguruan Tinggi

Senin, 14 September 2026 - 19:53

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan

Senin, 14 September 2026 - 08:02

Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Hadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi

Senin, 14 September 2026 - 06:05

Presiden Prabowo: BRICS Harus Perkuat Suara Global South Tentukan Masa Depan Dunia

Senin, 7 September 2026 - 07:44

Prabowo Terima Dubes AS di Hambalang, Bahas Kerja Sama Strategis

Berita Terbaru

Exit mobile version