JAKARTA, Pilarportal.com — Air kelapa dikenal sebagai minuman alami yang menyegarkan dan sering dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Kandungan elektrolit seperti kalium, kalsium, magnesium, dan natrium membuat air kelapa kerap dipilih setelah beraktivitas atau saat cuaca panas.
Namun, meski alami, konsumsi air kelapa tetap perlu diperhatikan. Jumlah yang terlalu banyak, terutama pada orang dengan kondisi tertentu, dapat meningkatkan risiko kelebihan kalium.
Air Kelapa Mengandung Elektrolit
WebMD menjelaskan, air kelapa mengandung sejumlah elektrolit dan mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan serta mendukung berbagai fungsi tubuh.
Jika tubuh memang kehilangan banyak elektrolit, air kelapa dapat menjadi salah satu pilihan minuman. Namun, bagi orang yang kebutuhan elektrolitnya sudah tercukupi, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk hidrasi sehari-hari.
Menurut ahli gizi IPB University, air kelapa muda juga memiliki kandungan air yang tinggi. Dalam 100 gram air kelapa muda terdapat sekitar 95,5 gram air, 149 mg kalium, serta sejumlah kalsium, fosfor, magnesium dan vitamin C.
Berapa Banyak Air Kelapa yang Boleh Diminum?
Ahli gizi IPB University Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani menyarankan konsumsi air kelapa maksimal sekitar satu gelas atau 250 mililiter per hari, tanpa tambahan gula maupun pemanis buatan.
Dalam satu gelas 250 ml, air kelapa mengandung sekitar 10 gram gula alami. Karena itu, konsumsi berlebihan tetap dapat menambah asupan gula dan kalori harian.
Artinya, air kelapa tidak harus dihindari. Yang penting adalah memperhatikan jumlah konsumsi dan kondisi kesehatan masing-masing.
Terlalu Banyak Bisa Meningkatkan Kalium
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan kalium yang relatif tinggi pada air kelapa.
Pada orang dengan gangguan fungsi ginjal, kemampuan tubuh membuang kelebihan kalium dapat terganggu. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kadar kalium dalam darah meningkat atau hiperkalemia.
Hiperkalemia yang berat dapat mengganggu fungsi otot dan jantung, termasuk menyebabkan gangguan irama jantung.
Karena itu, orang yang memiliki penyakit ginjal atau kondisi medis yang mengharuskan pembatasan kalium sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi air kelapa.
Bisa Membantu Mengganti Cairan
Air kelapa juga dapat menjadi pilihan untuk membantu mengganti cairan tubuh yang hilang.
IPB University menyebut air kelapa dapat digunakan sebagai salah satu pilihan untuk mengganti cairan setelah kehilangan cairan akibat diare atau muntah.
Untuk aktivitas olahraga, waktu konsumsi juga dapat disesuaikan. Ahli gizi IPB University menyebut air kelapa dapat diminum kapan saja, tetapi dapat dikonsumsi setelah berolahraga jika tujuannya membantu mengganti cairan tubuh.
Jadi, Berapa Gelas Sehari?
Untuk orang dewasa yang sehat, sekitar satu gelas (250 ml) air kelapa per hari tanpa tambahan gula merupakan batas yang disarankan oleh ahli gizi IPB University yang dikutip dalam artikel tersebut.
Namun, angka tersebut bukan berarti semua orang harus minum air kelapa setiap hari. Kebutuhan setiap orang dapat berbeda, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan ginjal, diabetes, atau kondisi lain yang memerlukan pembatasan kalium maupun gula.
Dengan porsi yang wajar dan tanpa tambahan pemanis, air kelapa tetap dapat menjadi bagian dari pola konsumsi minuman yang sehat.
Penulis : Yudi Mintalangi (UKW 24799)
Editor : YUDI HM

Komentar Batalkan balasan